Indonesia

2020, 688 ASN Wonogiri Pensiun

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 22:00

Solopos.com, WONOGIRI – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri memperkirakan ada 688 aparatur sipil negara (ASN) pensiun pada 2020. Jumlah itu dihitung berdasarkan batas usia pensiun sesuai jabatannya yang kemungkinan akan bertambah.

Penambahan jumlah PNS pensiun bisa disebabkan meninggal dunia, mutasi pegawai, hingga sanksi pemberhentian tidak dengan hormat, dan lainnya. “Itu baru berdasarkan BUP [Batas Usia Pensiun]. Realisasinya masih fluktuatif,” kata Kepala BKD Wonogiri, Haryono, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (15/1/2020).

Jumlah pegawai Wonogiri yang pensiun setiap tahunnya tergolong tinggi. Pada 2018, misalnya ada 540 pegawai. Pada 2019, dari jumlah BUP diperkirakan 623 pegawai dalam realisasinya menjadi 679 pegawai.

Pada 2020 sebanyak 688 pegawai, 2021 diperkirakan ada 617 pegawai, dan 2022 menjadi yang tertinggi yakni 718 pegawai. Secara terperinci, dari 688 pegawai yang pensiun pada 2020 terdiri atas 224 tenaga bidang teknis, 455 pegawai bidang pendidikan, dan 9 pegawai bidang kesehatan.

Haryono menjelaskan, banyaknya pegawai bidang pendidikan yang pensiun menjadi alasan mengapa formasi yang dibuka pada seleksi CPNS didominasi dari pendidikan. Rekrutmen ASN di daerah selama ini ditentukan dari pusat.

Dari rekrutmen yang ada, daerah masih mengalami minus tenaga. Misalnya, pada 2018-2019, selisih antara pegawai yang pensiun dan formasi yang masuk minus 261 pegawai.

“Formasi yang masuk pada 2018 sebanyak 396 orang, 2019 ada 560 orang seandainya terpenuhi semua. Itu pun masih minus 261. Namun, pada 2019 ada formasi yang tidak ada pendaftar misalnya dokter spesialis. Jadi gap antara jumlah kebutuhan ideal dengan tenaga yang ada makin besar,” terang dia.

Salah satu solusi yang ditawarkan dengan keterbatasan pegawai ini adalah mengoptimalkan peran teknologi informasi (TI) untuk efisiensi sebagaimana instruksi dari pusat. Namun, solusi itu tidak memperhitungkan proporsi pegawai dilihat dari generasinya mulai dari baby boomers, generasi Y, milenial, dan generasi Z.

Menurut Haryono, separuh dari pegawai di Wonogiri adalah generasi baby boomers dan generasi Y. “Jadi untuk familiar dengan TI ini butuh semangat ’45 agar bisa. OPD-OPD pembina juga diarahkan agar ada inovasi menggunakan TI dalam pelayanannya dan mengoptimalkan tenaga yang ada. Tapi perubahan ini tidak bisa seketika,” urai dia.

Kepada para pensiunan itu, lanjut Haryono, biasanya pemkab hanya bisa memberikan motivasi agar menyambut masa pensiun dengan penuh semangat. Pemkab dilarang memberikan tali asih lantaran ASN purna tugas sudah mendapatkan dana pensiun.

Categorie: Indonesia

Gue di Solo, Aku di Jakarta

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 21:30

Solopos.com, SOLO -- Permulaan tahun 2020 melimpah kejutan. Selain kabar tentang banjir, bencana di sekian tempat, dan ancaman Perang Dunia III, ada yang tidak kalah heboh, terutama bagi penggemar musik Indonesia.

Grup musik legendaris asal Batam yang bervokalis paling merdu se-Indonesia, Kufaku, merilis klip video lagu terbaru mereka di Youtube pada 1 Januari 2020. Judul lagu mereka sangat puitis dan tidak akan terpikir oleh penulis lirik lagu kondang semacam Bebi Romeo, Dewiq, atau Melly Goeslaw sekalipun, yaitu Berak di Bakau.

Simak saja lirik lagu Berak di Bakau berikut: baru semalam kau pergi/ dari kampungmu ini/ berak kat bakau!/ ngomongnya sih, dong, deh, banget/ bokap nyokap/ berak kat bakau!/ ngomongnya sih/ gak deh gak deh gak deh/ lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo/ gue gue gue gue gue gue gue gue gue gue/ deh deh deh deh deh deh deh deh deh deh/ sih sih sih sih sih sih sih sih sih sih/ auk ah gelap/ auk ah gelap/ auk ah gelap/ auk ah gelap.

Kita mungkin sering bertemu orang yang ketika hendak ke kamar mandi pamit hendak ”mencari inspirasi”, tetapi sangat jarang yang betul-betul mengejawantahkan inspirasi itu sebagaimana Kufaku. Sebelum Berak di Bakau, mereka telah merilis lagu berjudul Berak Tak Cebok dan Taik Anyot.

Tidak ada, saya yakin, grup musik di Indonesia yang begitu terobsesi pada aktivitas berak berikut produk luaran proses pencernaan manusia selain Kufaku. Kita sudah sepatutnya berterima kasih kepada Bobby Ryan, Amd., S.T., M.Si.—personel Kufaku memang kerap menulis nama lengkap dengan gelar akademis—selaku dedengkot dan penggubah sebagian besar lagu Kufaku, atas pengalaman musikal yang mereka berikan.

Kufaku pantas diklaim sebagai legenda hidup musik Indonesia berkat musikalitas mereka yang khas, unik (baca: wagu), dan antiarus utama—bahkan lebih antiarus utama ketimbang musikus indie! Dalam deskripsi klip video Berak di Bakau, Kufaku menulis  sebagai berikut.

”Puji syukur atas kehadirat Allah SWT kami bisa menyelesaikan video BERAK DI BAKAU ini tepat waktu, lagu ini menceritakan anak2 kampung yang baru mulai hidup di kota dan bergaya ke kota2an dan ngomongnya pun berubah menjadi sok kejakarta-jakartaan.”

Dari deskripsi berbahasa kontrabaku itu bisa ditengarai betapa serius perhatian Kufaku terhadap isu kota. Silampukau yang belum juga merilis karya baru silakan menepi. Isu kota milik Kufaku sementara ini. Perhatian Kufaku terhadap isu kota masuk akal mengingat Bobby pernah bekerja di dinas tata kota.

Mengacu Jakarta

Tidak mengherankan ia peka terhadap isu kota setempat, terutama perihal kejakartaan. Saya pernah mengobrol dengan sastrawan muda Jakarta, Doni Ahmadi—penulis buku kumpulan cerita pendek Pengarang Dodit (2019), yang berkesimpulan kira-kira demikian,”Barangkali sentimen terhadap Jakarta bukan hanya karena orang datang ke Jakarta lantas menderita dan kecewa, tetapi juga lantaran tanpa orang ke mana-mana, Jakarta sudah menghampiri mereka.”

Kota-kota di Indonesia lazimnya tumbuh mengacu Jakarta. Logika pembangunan, bahkan perayaan tren dan budaya populer, sering kali—kalau bukan selalu—mengikuti Jakarta. Di Solo mulai banyak kafe-kafe ”khas Jakarta” yang menjadi pilihan tempat nongkrong baru anak muda, selain angkringan yang sudah sejak lama ada.

Makanan dan minuman yang ditawarkan kafe-kafe itu pun menjakartakan lidah-lidah anak muda Solo—juga daerah-daerah lainnya, karena Jakarta ke mana saja! Mengapa Kufaku langsung menyorot persoalan bahasa, alih-alih mempersoalkan pembangunan, fesyen, kuliner, dan kejakartaan lain yang melanda Batam?

Dugaan saya, mereka sadar bahwa ketika telah mencapai taraf berbahasa, artinya kejakartaan sedang diafirmasi secara naluriah. Orang-orang mungkin sadar atau tidak sadar, tetapi dalam keseharian, cara mereka bersikap, berkata, dengan kata lain berkomunikasi, kejakartaan hadir dalam diri mereka.

Saya punya kenalan orang Solo, masih muda—usianya setahun di atas saya, yang entah mengapa gemar memakai kata ganti ”gue” ketimbang ”aku”. Kita tahu ”aku” dapat dipakai saat berbahasa Indonesia maupun Jawa, lebih efektif dan relevan. Banyolan yang ia lontarkan juga sangat Jakarta, misalnya banyolan ”apa cuma gue...”—frasa dari meme-meme yang beredar di media sosial.

Selain itu, yang agak mengganggu saya adalah kecenderungannya mengawali perkataan dengan ”well...” alih-alih ”ngene lho...” Sebelum kini bisa lewat mana saja, saya kira televisi dan telepon genggam punya andil dalam proses penjakartaan ini. Saya ingat, sewaktu kecil saya tidak ambil pusing mendengar lirik lagu /rif, Lo Toe Ye (2000).

Saat itu, saya anggap sapaan ”lo” sekadar bahasa orang dewasa. Saya mulai mempertanyakan saat menyaksikan sinetron Putri Malu dan Jenderal Kancil (2002-2004) yang memakai ”lo-gue” alih-alih bahasa kolosal sinetron pada masa itu. Kehadiran telepon genggam saya duga turut memasyarakatkan ”lo-gue”.

Saat itu komunikasi yang populer lewat telepon genggam adalah SMS—yang tidak disediakan oleh telepon rumahan. Bahasa SMS yang singkat mendorong penggunaan ”gw (gue)” alih-alih ”aq (aku)” yang terasa kemayu. ”Gw” masih bisa dibikin lebih singkat lagi menjadi ”w”. Jakarta, sebagai bahasa, mesti diakui sudah menghampiri kita sejak lama. Ketimbang Majapahit, Jakarta lebih mumpuni dalam upaya meliputi Nusantara.

Sementara kenalan saya itu ber-”lo-gue” di Solo, saya justru masih belum merasa perlu meninggalkan ”aku-kamu” di Jakarta. Beberapa orang memang canggung ketika mengobrol dengan saya, tetapi toh semuanya baik-baik saja. Jangankan perbedaan kata ganti, obrolan dengan Peter Carey di kantor selalu lancar kendati ia sering keceplosan berbahasa Inggris dan kami menanggapi tetap dengan bahasa Indonesia.

Tetap ber-”aku-kamu” di Jakarta selama setahun sama sekali tidak saya anggap sebagai prestasi primordialis. Tiga orang atasan saya semuanya dari Jawa (Solo, Malang, Kediri) dan sampai sekarang mereka tetap memakai ”aku-kamu” meski telah bertahun-tahun bermukim-berperistiwa di Jakarta. Lha kok wong Jawa kemaki nganggo ”lo-gue lo-gue”. Berak kat bakau!

 

Categorie: Indonesia

Top Indonesian Official- US Reporter Should Be 'Deported Immediately'

Jakarta news - Sab, 25/01/2020 - 21:20
Top Indonesian Official: US Reporter Should Be 'Deported Immediately' VOA News
Categorie: Indonesia

Exclusive- Indonesia to Increase Imports From India Amid New Delhi-Malaysia Spat-Sources

Jakarta news - Sab, 25/01/2020 - 21:20
Exclusive: Indonesia to Increase Imports From India Amid New Delhi-Malaysia Spat-Sources The New York Times
Categorie: Indonesia

Waspada Sindrom Geriatri pada Manula, Ini Penjelasannya!

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 21:00

Solopos.com, SOLO – Ada banyak hal yang berubah ketika seseorang memasuki usia lanjut. Pada tahap ini seseorang mengalami perubahan secara fisik dan mental. Salah satunya ditandai penurunan kemampuan cara berpikir.

“Kriteria lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas,” jelas dokter Isbianto Sutedjo Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit (RS) dr. Oen Kandang Sapi, Solo, ketika berbincang dengan Solopos.com, di ruang praktiknya, Kamis (16/1/2020).

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2014 seperti dikutip dari yankes.kemkes.go.id, umur harapan hidup (UHH) di Indonesia untuk perempuan adalah 73 tahun dan pria 69 tahun. Menurut Bureau of the Cencus USA (1993), Indonesia pada 1990-2025 akan mempunyai kenaikan jumlah manusia lanjut usia (manula) sebesar 414 persen.

Kenaikan jumlah manula ini merupakan dampak keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia, salah satunya meningkatnya angka harapan hidup sehingga populasi lansia juga meningkat. Menurut dr. Isbianto, lansia dibedakan menjadi manula fit dan frail.

“Lansia fit adalah manula yang masih beraktivitas fisik dengan baik. Sedang lansia frail adalah manula yang tidak bisa melakukan aktivitas fisik seperti biasanya sehingga membutuhkan pendamping,” ujarnya.

Manula juga mengalami kemunduran fungsi organ yang berpengaruh pada kesehatan. Biasanya, manula rentan mengalami penyakit kronis atau menahun, penurunan fungsi organ, hingga berkurangnya tingkat kemandirian.

Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada manula berbeda dari orang dewasa. Permasalahan kesehatan itu sering disebut dengan sindroma geriatri. Apa itu?

Sindroma geriatri adalah kumpulan gejala-gejala mengenai kesehatan yang sering dikeluhkan oleh para manula dan atau keluarganya. Sindroma geriatri yang sering dikeluhkan atau sering dialami manula menurut Isbianto secara umum ada 14, yakni :

  1. Immobility atau kurang bergerak alias manula hanya berbaring di tempat tidur.
  2. Instability di mana manula mudah jatuh.
  3. Incontinence adalah buang air besar dan kencing yang tidak terkontrol.
  4. Intellectual impairment adalah gangguan intelektual/demensia.
  5. Infection mudah terkena infeksi.
  6. Impairement of hearing, vision and smell atau gangguan pendengaran, penglihatan, dan penciuman.
  7. Isolation atau depression alias depresi.
  8. Inanition adalah malnutrisi.
  9. Impecunity adalah tidak bekerja atau tidak ada penghasilan
  10. Iatrogenic gangguan akibat pengaruh obat-obatan.
  11. Insomnia atau sulit tidur.
  12. Immuno-defficiency atau penurunan sistem kekebalan tubuh.
  13. Impotence atau gangguan seksual.
  14. Impaction atau sulit buang air besar.
Categorie: Indonesia

Dirayu Bisa Main Film, Pelaku Setubuhi 20 Wanita Muda di Hotel, Terungkap Gara-Gara Ini

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:51
Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat menangkap empat tersangka kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Categorie: Indonesia

Larang Luna Maya Menikah, Ini Alasan Kenapa Mantan Ariel Noah Ini Dilarang Menikah, Ternyata

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:42
Artis peran Luna Maya baru-baru ini diramalkan soal rencana menikah di tahun 2020. Alih-alih mendapat dukungan, Luna Maya justru dilarang menikah
Categorie: Indonesia

Barcelona Beli Bk kanan Yan Couto dari klub Brasil, Calon Penerus Dani Alves, Segini Harganya

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:34
Barcelona dikabarkan telah melakukan sebuah perekrutan yang bakal berguna bagi mereka untuk masa depan. Menurut Globoesporte yang kemudian
Categorie: Indonesia

Soal Transfer Rodrigo Moreno dari Valencia, Begini Jawaban Ngambang Pelatih Barcelona Quique Setian

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:26
Pelatih Barcelona, Quique Setien, memberikan jawaban 'mengambang' soal transfer Rodrigo Moreno dari Valencia.
Categorie: Indonesia

Lama Tak Terdengar Kabarnya, Diana Pungky Pemeran Jinny Oh Jinny Makin Memesona

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:24
Masih ingat artis cantik Diana Pungky? Bagi generasi tahun 90-an hingga awal 2000-an penikmat sinetron pastinya tidak asing dengan nama Diana Pungky
Categorie: Indonesia

Ganjar Pranowo Ingantkan Toleransi Beragama Ada Sejak Zaman Nabi dan Wali

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 20:20

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa toleransi antarumat beragama berupa sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan sudab ada sejak zaman nabi serta wali.

"Keberagaman itu sudah menjadi sunatullah, kebinekaan di Tanah Air sudah termaktub di lauhul makhfudz. Maka, para ulama telah mewanti-wanti, dahulukanlah adabmu sebelum kau junjung ilmumu," kata Ganjar Pranowo saat memimpin Kirab Kebangsaan Merah Putih di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020) .

Menurut Ganjar, banyak kisah yang bisa ditemukan tentang bagaimana sikap toleransi ini. "Bahkan, karena luar biasanya sisi kemanusiaan Rasulullah, beliau seminggu tiga kali menyuapi seorang nenek Yahudi dengan suapan yang sangat lembut, padahal nenek Yahudi tersebut tidak henti-hentinya menjelek-jelekkan Rasulullah," ujarnya.

Contoh yang lain, kata Ganjar, juga dikisahkan oleh para wali di Nusantara. "Semua tahu, jika membicarakan perpaduan agama dan budaya, Sunan Kalijaga adalah ahlinya, juga Kanjeng Sunan Kudus yang demi menghormati orang Hindu, beliau melarang muridnya untuk menyembelih sapi," katanya.

Ganjar berharap dengan adanya kirab kebangsaan ini, akulturasi agama dan budaya bisa menjadi semangat untuk memperkukuh kebangsaan. "Mudah-mudahan pawai ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kirab dengan peserta yang berbeda-beda suku, agama, ras, dan golongan ini makin menyadarkan bahwa bangsa ini beragam namun tetap satu," ujar Ganjar.

Kirab kebangsaan itu juga dihadiri oleh ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, jajaran forkompimda, dan ribuan orang dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan bahwa tujuan Kirab Kebangsaan Merah Putih untuk menyatukan masyarakat.

Ia berharap kegiatan itu dapat meningkatkan rasa memiliki Merah Putih sebagai simbol negara. "Ada tiga hal yang ditekankan dalam merah putih, tidak hanya simbol tanpa makna. Di dalamnya ada kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa," kata Habib Luthfi dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih itu.

Menurut Habib Luthfi sudah tidak boleh saat ini masyarakat diributkan dengan isu perbedaan sebab dunia saat ini sudah memikirkan tentang kemajuan, bukan lagi memperdebatkan perbedaan. Bangsa Indonesia terdahulu, lanjut dia, sudah pandai dan berpikiran ke depan.

Mereka bisa membuat Candi Borobudur, Candi Prambanan, Masjid Agung Jawa Tengah, dan lainnya dengan hebat. "Kenapa sekarang kita justru ketinggalan dan masih meributkan perbedaan? Untuk itu, dengan kirab budaya ini, mari kita sadar tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa," ujarnya.

Kirab Kebangsaan Merah Putih diikuti oleh ribuan orang yang mengenakan beragam pakaian adat dan berbaur dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Peserta kirab mulai jalan dari Jalan Kagok Semarang menuju Lapangan Pancasila Simpang Lima dengan membawa bendera Merah Putih sepanjang 500 m.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Perbandingan Harta Kekayaan Ryochin Pacar Luna Maya dan Reino Barack Suami Syahrini

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:14
Netizen terutama fans Artis cantik Luna Maya dan Syahrini masih terus menghubung-hubungkan keduanya.
Categorie: Indonesia

Suami Relakan Istri Mesum di Penginapan Dengan Pria Lain, Ternyata Ada Skenario Busuk Ini

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:09
Suami satu ini seolah pasrah istri tercintanya berhubungan badan dengan pria lain, ternyata di baliknya ada rencana busuk ini
Categorie: Indonesia

TAHUN Tikus Logam, Ramalan Shio Terbaik hingga yang Kurang Beruntung

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:02
Imlek 2571 sudah tiba. Bagi yang belum mengetahui, ini merupakan waktu dimulainya Tahun Tikus Logam.
Categorie: Indonesia

Jadwal Salat untuk Wilayah Kota Pangkalpinang Ahad 26 Januari 2020, Ini Keutamaan Salat Tepat Waktu

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 20:01
Jadwal salat, Ahad 26 Januari 2020 untuk wilayah Bangka Belitung Kota Pangkalpinang dan sekitarnya.
Categorie: Indonesia

Rise in bilateral trade between Indonesia and Brunei Borneo Bulletin Online

Jakarta news - Sab, 25/01/2020 - 20:00
Rise in bilateral trade between Indonesia and Brunei Borneo Bulletin Online
Categorie: Indonesia

Pejabat PBB Dilarang Pakai Whatsapp, Kenapa?

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 20:00

Solopos.com, JENEWA – Pejabat PBB ternyata dilarang memakai aplikasi Whatsapp untuk berkomunikasi. Pasalnya, aplikasi digital itu disebut tidak aman.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (25/1/2020), Juru Bicara Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Farhan Haq, mengatakan, para pejabat PBB dilarang berjkomunikasi lewat Whatsapp. Bahkan, dia dengan tegas mengatakan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, tidak pernah berkomunikasi dengan Whatsapp, apalagi untuk menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dan pemimpin negara lainnya.

“Pejabat senior PBB telah diberi instruksi untuk tidak menggunakan Whatsapp. Itu tidak didukung dengan mekanisme keamanan. Jadi Sekjen tidak menggunakannya,” terang Farhan Haq.

Farhan Haq menambahkan, larangan penggunaan Whatsapp di kalangan pejabat PBB diterbitkan sejak Juni 2019. Sebab, mereka khawatir dengan keamanan di Whatsapp.

Categorie: Indonesia

Deretan Manfaat Biji Mangga, Mencegah Diabetes hingga Menurunkan Berat Badan

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 19:47
Kernel biji buah mangga mengandung minyak, protein, karbohidrat, fosfot, magnesium, katriun dan kalsium.
Categorie: Indonesia

Ini 10 Cara Alami Menambah Tinggi Badan

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 19:27
Tingkatkan asupan karbohidrat, protein dan kalsium untuk menunjang pertumbuhan tulang terutama pada anak.
Categorie: Indonesia

Aplikasi Sipapat Jadi Andalan Pati Mudahkan Pelayanan di Tingkat Desa

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 19:20

Solopos.com, PATI — Bupati Pati Haryanto membanggakan aplikasi Sistem Pengelolaan Potensi dan Administrasi Terpadu (Sipapat) yang diyakini bakal memudahkan pelayanan di tingkat desa karena terintegrasi dengan kabupaten.

"Hal ini, mengingat bahwa desa juga mempunyai undang-undang khusus. Jika segala potensi dan kemanfaatan yang ada di desa dapat dikelola, maka hasilnya akan luar biasa," ujarnya di sela-sela peresmian aplikasi Sipapat di ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2020).

Ia mencatat Pemkab Pati hingga kini sudah memiliki beberapa inovasi guna mendukung program Presiden Joko Widodo di era 4.0 serta zaman internet of thing. Guna mendukung pelaksanaan aplikasi tersebut, dia berharap admin aplikasi tersebut mendapat bekal ilmu yang cukup.

"Bahkan kalau bisa, disinergikan dengan Kominfo. Kami anggarkan dengan dana desa maupun alokasi dana desa untuk kedepan dapat melaksanakan pelatihan-pelatihan sehingga tidak hanya sekadar peresmian," ujarnya.

Bupati Haryanto menyebut bahwa itu semua dilakukan karena semata-mata niat baik dalam peningkatan kinerja. Ia mengingatkan semua pihak terkait, jangan sampai di Kabupaten Pati tertinggal baik dari segi perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. "Pati sering menjadi contoh, sering menjadi pemrakarsa, malah ketinggalan dalam pengelolaan. Oleh karena itu dalam sistem informasi jangan sampai ketinggalan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pati menambahkan hadirnya aplikasi Sipapat sebagai salah satu kewajiban penyelenggaraan sistem informasi di desa, sedangkan Kabupaten Pati merupakan kabupaten yang paling awal dalam penerapannya. "Salah satu kelebihan aplikasi ini, menjadi salah satu aplikasi yang mana dalam pengaplikasiannya dapat dimanfaatkan dari desa yang terintegrasi ke kabupaten," ujarnya.

Sudiyono menyebut bahwa aplikasi yang diluncurkan tersebut, cukup satu dalam kemanfaatannya sehingga penggunaannya lebih efektif dan tidak ganti-ganti aplikasi yang lain. "Aplikasi tersebut bukan dari proper. Namun aplikasi ini dibangun sejak dua tahun yang lalu dan prosesnya tidak gampang dengan jumlah desa sebanyak 401 desa sehingga butuh waktu serta perlu dilakukan pendampingan," jelasnya.

Sudiyono meyakini, dengan adanya aplikasi ini, desa akan lebih mudah mempraktikkan berbagai bentuk pelayanan untuk masyarakat, seperti pembuatan surat keterangan bisa dibuat hanya sepersekian menit saja, demikian halnya dengan berbagai layanan yang lain.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia