Indonesia

PT LIB Banjir Tawaran Sponsor di Kompetisi Liga 1 2020

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 15:36
Wakil ketua umum PSSI, Cucu Soemantri memastikan pihaknya sudah mendapatkan penawaran dari beberapa pihak untuk menjadi sponsor di kompetisi Liga 1
Categorie: Indonesia

Persib Bandung Berencana Menggelar TC Selama 5 Hari di Lembang, Penentuan Nasib Duo Brazil

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 15:33
Persib Bandung terus mematangkan persiapan timnya jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2020 musim ini
Categorie: Indonesia

Berikut Nama-nama Anggota Komite Etik, Disiplin dan Banding PSSI

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 15:32
Induk organisasi sepak bola Indonesia (PSSI) menggelar Kongres Biasa di Kuta Bali, Sabtu (25/1/2020)
Categorie: Indonesia

Susunan Pemain Persija Jakarta Hadapi Liga 1 2020, Marco Simic dan Rohit Chand Dipertahankan

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 15:31
Persija Jakarta memantapkan susunan pemain untuk menghadapi Liga 1 2020, termasuk mempertahankan Marko Simic dan Rohit Chand
Categorie: Indonesia

Latih Kekompakan Tim, Budiardjo Thalib Gelar Pertandingan Internal untuk Sriwijaya FC

Bangka Pos - Sab, 25/01/2020 - 15:30
Tim Sriwijaya FC mulai tancap gas untuk mengarungi Liga 2 Indonesia.Sejumlah persiapan dan latihan terus dilakukan oleh tim
Categorie: Indonesia

Wabah Virus Corona Baru di China dari Ular yang Dimakan Manusia?

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 15:29

Solopos.com, SOLO -- Penyebab merebaknya virus Corona atau coronavirus dari Wuhan, China, masih misterius. Namun, ular-ular beracun seperti kobra China diduga sebagai sumber dari strain terbaru coronavirus yang kini mewabah di China.

Hal itu terungkap dalam artikel berjudul Snakes could be the original source of the new coronavirus outbreak in China yang diterbitkan oleh The Conversation, Kamis (23/1/2020). Artikel itu ditulis oleh tiga profesor mikrobiologi dari University of Pittsburg, yaitu Haitao Guo, Guangxiang "Geoerge" Luo, dan Shou-Jiang Gao.

Dugaan itu berdasarkan penelitian terhadap sampel virus dari pasien di China untuk menentukan kode genetik virus. Strain baru virus corona ini merupakan satu keluarga dengan virus-virus berbahaya yang sebelumnya pernah membunuh ratusan orang di dunia, yakni severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV) dan Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus corona baru ini sebagai new coronavirus 2019-nCoV.

Coronavirus menular melalui udara terutama menginfeksi saliran pernafasan atas pencernaan mamalia dan unggas. SARS-CoV dan MERS-CoV dapat menginfeksi saluran udara atas dan bawah (paru-paru) sehingga menyebabkan gangguan pernafasan dan komplikasi pada manusia.

Virus corona baru atau 2019-nCoV ini memiliki gejala yang sama dengan SARS-CoV dan MERS-CoV. Sayangnya, saat ini belum ada vaksin atau antivirus untuk mematikan coronavirus.

Mahasiswi Klaten Terisolasi di Apartemen Wuhan China, Andalkan Isi Kulkas

Menurut ketiga peneliti ini, SARS dan MERS merupakan penyakit virus zoonotic, artinya pasien pertama terinfeksi langsung dari hewan. Hal ini dimungkinkan karena virus ini mengalami sejumlah mutasi gen ketika menginfeksi tubuh manusia.

Kini, virus itu telah mampu menular dari manusia ke manusia. Hasil studi menunjukkan, sumber SARS-CoV dan MERS-CoV adalah kelelawar, luwak, dan unta.

Dalam kasus 2019, muncul laporan bahwa kelompok pasien pertama yang masuk rumah sakit adalah para pekerja dan pelanggan pasar grosir seafood. Pasar itu juga memproses daging dan hewan hidup seperti ternak, keledai, domba, babi, unta, serigala, musang, tikus bambu, landak, dan reptil.

"Sejak tidak ada laporan temuan coronavirus menginfeksi hewan air, maka yang paling masuk akal adalah coronavirus mungkin berasal dari hewan lain [selain hewan air] yang dijual di pasar itu," tulis ketiga profesor tersebut.

Kelelawar - Ular - Manusia

Hipotesis tentang sumber coronavirus ini juga terlontar dalam edisi terbaru Jurnal of Medical Virologi. Para peneliti membuat analisis dan membandingkan jaringan genetik 2019-nCoV dan coronavirus yang lain.

Studi tersebut mengungkapkan virus baru ini paling terkait dengan kelelawar seperti SARS dan MERS. Kelelawar menjadi salah satu terduga sumber 2019-nCoV atau corona baru. Jika benar sumbernya adalah kelelawar, virus dari kelelawar diduga telah bermutasi sebelum menginfeksi manusia.

"Tapi jika peneliti menunjukkan lebih detail tentang analisis bioinformatik dari 2019-nCoV, hal itu akan menunjukkan coronavirus bisa datang dari ular," bunyi artikel tersebut.

Korban Jiwa Akibat Virus Corona di China Bertambah Jadi 41 Orang

Peneliti menggunakan analisis kode protein virus corona baru dan membandingkannya dengan coronavirus dari berbagai hewan seperti burung, ular, marmot, landak, kelelawar, dan manusia. Hasilnya, mereka menemukan kode protein dalam 2019-nCoV atau virus corona baru paling mirip dengan yang berasal dari ular.

Ketiga ilmuwan Pittsburg ini mengaitkan perilaku ular di alam bebas yang sering memangsa kelelawar. Hal itu sejalan dengan temuan banyaknya ular yang dijual di pasar seafood di Wuhan, China.

Karena itu, dugaan saat ini adalah 2019-nCoV menyebar dari kelelawar ke ular, lalu ke manusia. Inilah yang menjadi awal penularan wabah virus corona baru.

"Namun bagaimana virus dapat beradaptasi dalam kedua hewan berdarah dingin [kelelawar dan ular] dan makhluk berdarah panas [mamalia dan manusia] masih menjadi misteri," tulis ketiga ilmuwan tersebut.

Categorie: Indonesia

Sincia 2571 Imlek, Ganjar Pranowo Mainkan Barongsai

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 14:50

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampil bermain barongsai saat Sincia atau Perayaan Tahun Baru 2571 Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (25/1/2020).

Gubernur Ganjar Pranowo yang menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong semula hanya berdiri menyaksikan atraksi barongsai. Namun, dirinya tiba-tiba bergerak maju kemudian meminjam kepala barongsai dari salah seorang pemain.

Orang nomor satu di Jateng itu kemudian memainkan barongsai hitam tersebut dengan berlenggak-lenggok seperti pemain profesional sehingga membuat para pejabat langsung berdiri sambil tepuk tangan. Kesempatan itu tidak disia-siakan Ganjar yang langsung menuju ke tenda VIP sambil membuka mulut barongsai di hadapan para pejabat, salah satunya Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk meminta angpau.

Meski hanya sebentar, Ganjar menyadari bahwa bermain barongsai tidaklah semudah seperti yang terlihat karena butuh keterampilan dan kekompakan agar menghasilkan pertunjukan menarik. "Ternyata sulit, saya tadi bingung gimana cara memainkan agar mulutnya kebuka dan matanya berkedip," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan bahwa kekayaan budaya dari agama, suku, ras, dan golongan di Indonesia berlimpah, apalagi masing-masing memiliki tradisi, seni, serta budaya menarik. "Seperti saat Imlek ini, ditunjukkan seni budaya dari Tionghoa yang disambut meriah masyarakat. Ini bagian dari kekayaan kita yang harus kita rawat dan lestarikan," ujarnya.

Pertunjukan-pertunjukan semacam itu, lanjut Ganjar, harus dilestarikan bahkan dikembangkan sehingga akan menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang. "Sam Poo Kong saja setiap tahun sekarang 900.000 wisatawan berkunjung, 100.000-nya adalah wisatawan asing, mudah-mudahan semua bisa merawat dengan baik," kata Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Polres Banjarnegara Intensifkan Polisi Sahabat Anak, Ini Tujuannya…

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 14:47

Solopos.com, BANJARNEGARA — Polres Banjarnegara bertekad mengintensifkan program Polisi Sahabat Anak demi menumbuhkan kedisiplinan dan kesadaran hukum masyarakat sejak usia dini. Langkah itu dilakukan demi menanamkan kedisiplinan dan kepedulian lingkungan generasi muda.

"Kami terus mengintensifkan program Polisi Sahabat Anak guna menanamkan kedisiplinan dan kepedulian lingkungan sejak usia dini," kata Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Dwi Perbawa di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020).

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya akan mengajak anak-anak membudayakan perilaku disiplin, misalkan tertib berlalu lintas. "Kami ingin membangun rasa peduli anak-anak terhadap lingkungan sekitar misalkan dengan melakukan hal-hal kecil yaitu tidak membuang sampah sembarangan, kemudian tertib berlalu lintas dengan membonceng menggunakan helm SNI," katanya.

Dia menilai kegiatan tersebut baik untuk menumbuhkan peduli dan disiplin anak. "Dengan kegiatan itu diharapkan anak-anak juga akan dapat terbiasa untuk tertib berlalu lintas. Dengan terbiasa untuk tertib berlalu lintas, maka anak-anak dapat membantu mengingatkan kepada orang tuanya jika berkendara tidak sesuai aturan," katanya.

Pihaknya telah menggelar program Polisi Sahabat Anak dengan menghadirkan anak-anak TK Bhayangkari Banjarnegara. "Kegiatan yang digelar Satbinmas Polres Banjarnegara itu diharapkan akan dapat berjalan berkesinambungan dan dilakukan secara berkala dengan menghadirkan siswa dari sekolah lain," katanya.

Melalui program itu, pihaknya menggelar berbagai permainan yang menarik anak-anak. "Misalkan kegiatan menyanyi bersama, mengenal rambu-rambu lalu lintas hingga permainan untuk membuang sampah pada tempatnya," katanya.

Pihaknya juga berkomitmen memperkuat upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di Banjarnegara Setelah dirinya dilantik menjadi Kapolres Banjarnegara, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu prioritas yang hendak dijalankan.

"Sebelum melakukan tindakan penegakan hukum, maka yang juga tidak kalah penting adalah melakukan pencegahan, salah satunya dengan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak buruk narkoba," katanya.

Pihaknya akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas sebagai bagian dari kampanye menangkal narkoba. "Kami akan menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah ke komunitas dan seluruh masyarakat yang ada di Banjarnegara," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Baru 16 OPD Pekalongan Berinovasi Layani Publik

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 14:46

Solopos.com, KAJEN — Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan inovasi pelayanan publik karena dari 72 OPD di pemkab itu, baru 16 di antaranya yang melakukan inovasi permudah layanan publik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka Workshop Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten Pekalongan di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis(23/1/2020). "Seluruh OPD harus bisa melakukan inovasi pelayanan publik. Percuma saja kalau tidak bisa, karena kita sudah menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai [TPP] 150%,'' kata Asip.

Menurut Asip era saat ini merupakan era inovasi dan bangsa yang cepat dan inovatif bakal memenangkan pertarungan di era global dan kunci dari semua itu adalah kemauan, bukan hanya kemampuan. "Orang yang mampu berinovasi cukup banyak, namun yang berkemauan sedikit. Oleh karena itu tahun 2020, seluruh OPD harus bisa menjalankan inovasi soal pelayanan publik,” tegas Asip.

Menurut Asip, tidak perlu takut soal hasil inovasinya jelek atau belum maksimal, namun yang penting berusaha lebih dahulu, karena kekurangan ke depannya masih diperbaiki. Apalagi yang utama bagaimana bisa menciptakan inovasi untuk kenyamanan dalam melayani publik atau masyarakat.

Bupati mencontohkan daerah Brebes, tahun 2019 berada di Top 45 Indonesia soal berinovasi. Padahal, keberadaannya lebih dahulu Kabupaten Pekalongan yang kini baru menduduki peringkat ke-20 di Jawa Tengah.

"Mudah-mudahan dengan pelaksanaan workshop kompetisi inovasi dengan mendatangkan nara sumber yang handal, inovasi di Kabupaten Pekalongan semakin banyak dan bisa melayani masyarakat dengan baik,'' tutup Asip Kholbihi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Pulang dari China, Pasien di RSPI Jakarta Dipastikan Tak Terjangkit Virus Corona

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 14:20

Solopos.com, JAKARTA -- Ada kabar melegakan di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona. Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso Jakarta menyatakan satu pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit itu tidak terjangkit atau suspect negatif virus corona (nCov).

"Untuk saat ini, di RSPI Sulianti Saroso tidak ada pasien virus corona karena pasien di RSPI bukan suspect nCov," kata Humas RSPI Wiwiek melalui keterangan tertulis via WhatsApp di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang muncul hari ini menunjukkan bahwa pasien tersebut negatif coronavirus atau tidak terjangkit sama sekali oleh virus yang muncul kali pertama di Kota Wuhan, China, itu.

Tepuk Tangan Anak Soleh Sempat Dilarang di DIY, Fraksi PAN Protes

Laporan tersebut juga telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto. Kemenkes juga telah memperoleh laporan yang sama dari RSPI.

"Benar, pasien di RSPI tidak terkena virus corona," ujarnya.

Pasien tersebut, tambahnya hanya menderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Pasien tersebut sudah diperbolehkan untuk kembali ke rumahnya, tetapi memilih untuk bertahan di rumah sakit karena kondisinya masih lemah.

"Belum pulang. Sudah dibolehkan pulang, tetapi belum bersedia karena masih lemah," katanya.

Mahasiswi Klaten Terisolasi di Apartemen Wuhan China, Andalkan Isi Kulkas

Achmad mengemukakan pasien tersebut meminta untuk dibawa ke RSPI pada Jumat (24/1/2020) karena menderita demam setelah kembali dari China sekitar sepekan lalu.

"Saya tidak tahu pasti kapan dia kembali ke Indonesia, tapi kurang lebih sekitar seminggu lalu," lanjut Achmad.

Categorie: Indonesia

Sejarah Angkringan dari Desa Ngerangan Bayat Klaten Terkenal ke Pelosok Negeri

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 14:16

Solopos.com, KLATEN – Menjadi pedagang angkringan atau hik sudah dilakoni warga Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, secara turun temurun. Hampir sebagian besar warga Ngerangan pernah merasakan atau masih menjadi pedagang angkringan.

Kepala Desa (Kades) Ngerangan, Sumarno, menjelaskan saat ini ada sekitar 600 keluarga dari total 1.900 keluarga yang menggantungkan nasib dari berjualan angkringan. Mereka merantau ke berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai ke Pulau Kalimantan.

Ada yang menjadi juragan ada pula yang menjadi prembe, sebutan bagi anak buah atau mitra juragan angkringan. Sumarno pun pernah melakoni pekerjaan yang sama sebelum dia menjadi perangkat desa hingga terpilih sebagai kepala desa periode 2019-2025. Pada 1998 hingga 2004, Sumarno berjualan angkringan di wilayah Tembalang, Semarang.

Bekerja sebagai pedagang angkringan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Ngerangan. Warung-warung angkringan dengan ciri khas menu nasi kucing serta tiga cerek nangkring di atas anglo berisi arang membara itu masih eksis dan terus menjamur, meski warung-warung modern bermunculan.

Wiryo, generasi pertama angkringan di Desa Ngerangan, Bayat, Klaten. (Istimewa)Wiryo, generasi pertama angkringan di Desa Ngerangan, Bayat, Klaten. (Istimewa)

Rasa bangga juga muncul lantaran mereka meyakini cikal bakal angkringan diciptakan oleh warga Ngerangan. Adalah Karso Dikromo alias Karso Djukut, warga Dukuh Sawit, Desa Ngerangan yang mengawali berjualan makanan dan minuman menggunakan pikulan tumbu di Kota Solo berganti pikulan kayu atau angkring dan kini dijajakan di gerobak bertutup terpal.

Guna menegaskan cikal bakal angkringan diciptakan warga Ngerangan, warga dan pemerintahan desa menjadikan angkringan sebagai ikon desa mereka. Pemerintah desa mulai menggali sejarah angkringan.

Selain itu, monumen angkringan bakal berdiri di salah satu pintu masuk desa di bawah perbukitan kapur dan berbatasan langsung dengan wilayah Gunungkidul, DIY itu.

“Monumen angkringan sekaligus menjadi taman desa kami targetkan selesai dibangun pada Februari mendatang,” kata Sumarno saat ditemui Solopos.com di kantor Desa Ngerangan, Kamis (9/1/2020).

Selain menjadi ikon, angkringan bakal dijadikan sebagai potensi desa setempat. Ada rencana mengembangkan wisata kuliner angkringan memanfaatkan lahan tanah kas desa. Selain itu, ada wacana wisata edukasi seputar angkringan.

“Dari angkringan warga kami bisa menyekolahkan anak-anak mereka. Tidak sedikit anak-anak di desa kami yang menempuh pendidikan hingga sarjana dari hasil berjualan angkringan,” jelas Sumarno.

Categorie: Indonesia

Viral Beasiswa Jalur Teh Gelas, UGM Angkat Bicara

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 14:04

Solopos.com, JOGJA -- Di Twitter belum lama ini muncul foto "beasiswa jalur Teh Gelas" Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kemudian viral. Tulisan "UGM" yang muncul pada tutup kemasan minuman Teh Gelas itu akhirnya mendapat tanggapan dari UGM.

Pihak Kampus Biru membantah pernah membuat undian dalam bentuk apa pun dan bagi siapa pun untuk bisa berkuliah di kampus tersebut. Sebab, sudah ada jalur yang ditetapkan bagi calon mahasiswa untuk mengikuti Seleksi Mahasiswa Baru (SBM) di UGM.

Jalur itu di antaranya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selain itu, ada juga Seleksi Mandiri (SM) yang digelar sendiri oleh UGM.

Mahasiswi Klaten Terisolasi di Apartemen Wuhan China, Andalkan Isi Kulkas

"Skema ujian masuk UGM semua ada di um.ugm.ac.id," ujar Kepala Humas dan Protokol UGM Iva Ariani saat dikonfirmasi, Sabtu (25/1/2020).

Sedangkan untuk beasiswa, kata Iva, juga ada skema tersendiri. Selama ini, UGM menyerahkan kewenangan beasiswa pada Direktorat Kemahasiswaan dan bukan melalui undian. "[jadi] Bukan melalui undian [Teh Gelas]," tandasnya.

Iva menambahkan tulisan di undian Teh Gelas itu tidak jelas. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak perlu menanggapinya secara serius. "Tulisan UGM di gelas itu enggak jelas maksudnya," imbuhnya.

Dokter Paling Aktif Lawan Wabah Corona di China Meninggal Dunia

Sebelumnya, viralnya isu ini bermula dari unggahan di akun Twitter @collegemenfess yang menunjukkan foto salah satu hadiah dari minuman kemasan Teh Gelas. Dalam tutup kemasan tersebut terdapat undian masuk UGM.

"Lulus UGM lewat jalur SBM memanglah epic, tapi pernah enggak sih lo lulus lewat jalur Teh Gelas," tulis admin akun tersebut.


Sumber: @DavaWardan

Categorie: Indonesia

Perdana! Sragen Jadi Penyelenggara SKD CPNS 2019 di Soloraya

Solopos - Sab, 25/01/2020 - 14:00

Solopos.com, SRAGEN – Sebanyak 8.398 orang CPNS di Sragen akan mengawali SKD dengan sistem computer assissted test (CAT) selama empat hari terhitung Senin-Kamis (3-6/2/2020) mendatang. Sragen ditunjuk sebagai penyelenggara SKD kali pertama dari lima kabupaten di Soloraya karena cukup berpengalaman dalam penyelenggaraan SKD CPNS 2018 lalu.

Keempat kabupaten lainnya yakni Klaten, Boyolali, Wonogiri, dan Sukoharjo akan menggelar SKD secara berurutan setelah Sragen. Pemerintah Kabupaten Sragen mulai membuat perencanaan untuk persiapan SKD tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, menggelar rapat dengan mengundang sejumlah pejabat dinas terkait untuk membahas persiapan SKD CPNS 2019 itu di ruang rapat Sekda Sragen, Jumat (24/1/2020). Tes seleksi kompetensi dasar (SKD) di Soloraya untuk CPNS kali ini digelar di LPPPKS Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar.

Setidaknya ada 51.179 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lima kabupaten di Soloraya yang mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) di Gedung Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, mulai Senin (3/2/2020) mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen, Sutrisna, saat ditemui Solopos.com, Sabtu (25/1/2020), menyampaikan Gedung LPPKS Karanganyar itu terdiri atas lima lantai. Dia menjelaskan pelaksanaan CAT SKD akan dilaksanakan di lantai V.

Sementara lantai IV, digunakan untuk pengarahan dan lantai III digunakan untuk registrasi peserta. Sutrisna menambahkan, kebutuhan perangkat seperti laptop, disiapkan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) masing-masing dengan server disediakan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kebutuhan laptop sebanyak 450 unit untuk CAT plus laptop cadangan sebanyak 10%. Satu sesi ada 450 orang disesuaikan dengan jumlah laptop. Sragen dengan peserta 8.398 orang dibutuhkan empat hari. Pada hari pertama empat sesi dan hari kedua sampai keempat lima sesi per hari. Setelah itu disusul kabupaten lain,” ujar Sutrisna.

Dia menjelaskan sebagai penyelenggara CAT SKD pertama, maka persiapan harus matang agar kabupaten lain yang menggelar belakangan tidak terjadi kendala. Dia berencana segera mengumumkan pelaksanaan SKD tersebut.

Sutrisna akan mengatur sedemikian rupa presensi dan registrasi per-50 orang peserta di lantai III. Dia mengatakan, pengaturan akan dimulai di lantai I dan II.

“Pada Rabu (29/1) besok, kami akan menata kursinya. Kemudian pada Sabtu kami akan tata jaringan dan server dari BKN. Minggu kami segera tes semua sarana dan prasana. Kalau sudah beres kemudian disegel oleh BKN. Dari lima kabupaten yang SKD di LPPKS itu, peserta paling banyak dari Boyolali,” ujarnya.

Selain sarana dan prasarana, Sutrisna juga menyiapkan petugas mulai dari petugas keamanan dengan bantuan Polres Karanganyar, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Sragen, serta petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen. Dia memastikan semua harus benar-benar siap termasuk denah lokasi dan alur peserta.

Categorie: Indonesia