Solopos

Abbonamento a feed Solopos
Creative Information Network
Aggiornato: 1 ora 2 min fa

Wuhan China Seperti Zombieland, Orang-Orang Tergeletak di Jalan

1 ora 26 min fa

Solopos.com, SOLO -- Kota Wuhan, China, kini menjadi tempat paling terisolasi di dunia. Sejak ditutup Pemerintah China untuk mengurangi penyebaran virus Corona baru (2019-nCoV), kota ini nyaris seperti kota hantu.

Bahkan penduduk setempat menjulukinya sebagai zombieland (tanah zombie). Hal ini lantaran situasi mencekam yang tergambar dalam berbagai foto dan video dari Wuhan. Pemandangan memilukan muncul saat ada orang yang tiba-tiba jatuh atau tergeletak di jalan.

Situasi ini tergambar jelas dalam video berjudul Zombieland of Wuhan China/ Dead body's found everywhere (Zombieland Wuhan China/mayat ditemukan di mana-mana). Video ini muncul di channel Youtube AKON SONE MM Media, Sabtu (25/1/2020).

Dalam video itu, tampak seorang perempuan mengenakan masker yang semula berdiri di tepi jalan tiba-tiba ambruk dan tak mampu bangkit lagi. Dua orang petugas bergegas menolongnya.

Wabah Virus Corona Baru di China dari Ular yang Dimakan Manusia?

Perempuan itu bukan satu-satunya. Di bagian lain kota itu, seorang penduduk tergeletak di tengah jalan. Beberapa petugas berupaya mengevakuasi orang tersebut menggunakan ambulans.

Sementara itu empat petugas dengan baju pelindung mengevakuasi seseorang yang tergeletak di sebuah jalur pedestrian. Mereka menutupi tubuh orang malang tersebut dengan sesuatu. Ada pula seorang pria yang tak kuat lagi berdiri sedang dievakuasi dua petugas berbaju khusus.

Sedangkan warga lainnya yang masih beraktivitas hampir seluruhnya mengenakan masker. Kepanikan bercampur kebingungan muncul di mana-mana. Rumah sakit dipenuhi oleh pasien yang terus berdatangan.

Viral Beasiswa Jalur Teh Gelas, UGM Angkat Bicara

Dikutip Solopos.com dari Suara.com, video tersebut dibagikan oleh seorang perempuan yang mengaku bekerja sebagai perawat di rumah sakit di Wuhan. Ia menuliskan bahwa staf medis dan pasien "terjebak" bersama mayat yang sudah ditutupi kain putih.

Para pasien dan orang-orang tersebut diduga terinfeksi virus corona baru. Virus yang ditemukan kali pertama di seafood market Wuhan itu kini menjadi hantu bagi warga setempat.

Penyebab merebaknya virus Corona atau coronavirus baru dari Wuhan masih misterius. Namun, ular-ular beracun seperti kobra China diduga sebagai sumber dari strain terbaru coronavirus yang kini mewabah di China.

Hal itu terungkap dalam artikel berjudul Snakes could be the original source of the new coronavirus outbreak in China yang diterbitkan oleh The Conversation, Kamis (23/1/2020). Artikel itu ditulis oleh tiga profesor mikrobiologi dari University of Pittsburg, yaitu Haitao Guo, Guangxiang "Geoerge" Luo, dan Shou-Jiang Gao.

Categorie: Indonesia

Maruf Amin: Agama Kerap Dimanipulasi untuk Kepentingan Tertentu

1 ora 56 min fa

Solopos.com, SLEMAN -- Ajaran agama saat ini seringkali dimanipulasi oleh kelompok tertentu untuk tujuan tertentu. Kondisi tersebut selama ini sering menimbulkan pertikaian dan konflik di masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dia mengatakan salah satu sumber konflik yang terjadi di masyarakat adalah manipulasi ajaran agama. Ada beberapa kelompok yang memanfaatkan agama untuk mencapai tujuan tertentu. Dampaknya, masyarakat tak henti-hentinya terlibat dalam konflik.

Oleh karenanya, lanjut Ma'ruf, bangsa Indonesia harus menggaungkan kembali nilai keagamaan dalam kehidupan anak-anak dan generasi muda. Tujuannya agar bangsa Indonesia mampu menjadi umat yang berperilaku adil, damai, dan sejahtera.

Wabah Virus Corona Baru di China dari Ular yang Dimakan Manusia?

"Saya mengajak ke depan Bangsa Indonesia mampu mengembalikan agama ke tujuan awalnya, yaitu membawa nilai harmoni, kesetaraan dan perdamaian," katanya saat mengahadiri Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI), di Ballroom Hotel Hyatt, Sleman, Jumat (24/1/2020).

Pemerintah, kata Ma'ruf Amin, terus berupaya menjaga keharmonisan antara umat melalui kerja sama berbagai majelis keagamaan. Selain itu, di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, terbentuk forum kerukunan umat beragama (FKUB) untuk menjaga harmoni dan kehidupan masyarakat.

"Meskipun banyak perbedaan, bangsa Indonesia tetap bersatu menjaga kesepakatan Pancasila dan NKRI. Ini yang menjadi kekuatan menjaga bangsa Indonesia," katanya.

Dijelaskan Ma'ruf, masyarakat di berbagai belahan negara saat ini dihadapkan pada tantangan serius intoleransi, hatespeech (ujaran kebencian), egoisme kelompok, radikalisme, dan terorisme. Munculnya gerakan intoleransi, radikalisme, dan terorisme di dunia, kata Ma'ruf, salah satunya disebabkan pelanggaran kesepakatan dan absennya proses dialog.

Pulang dari China, Pasien di RSPI Jakarta Dipastikan Tak Terjangkit Virus Corona

Mereka memanipulasi demokrasi dan kemajuan teknologi untuk menyebarkan hal negatif yang bisa merusak sendi-sendi persatuan, menciptakan kegaduhan, dan mengancam demokrasi.

"Tugas bagi kita yang mencintai kedamaian dan demokrasi, untuk membangun kembali dialog dan tidak ingkar pada kesepakatan," katanya.

Dalam kondisi ini, katanya, pendekatan militer bukan solusi dalam menangani konflik. Pendekatan militeristik hanya memicu konflik lanjutan, tindakan radikal, rasa dendam, dan kekerasan. Peradaban manusia saat ini, kata Ma'ruf Amin, menghadapi tantangan serius menghadapi masalah intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

"Kembalikan agama ke tujuan awalnya, pembawa nilai-nilai harmoni kesetaraan dan perdamaian. Dalam Islam diajarkan pemahaman agama yang damai dalam kehidupan antar manusia," katanya.

Tepuk Tangan Anak Soleh Sempat Dilarang di DIY, Fraksi PAN Protes

Sementara itu, Presiden CDI, Andrez Pastrana, mengatakan forum ini menjadi tempat berbagai negara untuk bersama-sama menghadapi tantangan. Jika dilakukan secara bersama-sama, dalam satu ikatan yang lebih kuat, maka tantangan yang dihadapi tidak akan sulit.

"Dari momen ini, bagaimana kita bisa membangun persaudaraan dunia, menjaga dialog antar agama dalam kehidupan politik di negara masing-masing," katanya.

Categorie: Indonesia

Temanggung Entaskan Kemiskinan Pakai Gebraks

2 ore 36 min fa

Solopos.com, TEMANGGUNG — Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah melakukan Gerakan Bersama Menuju Keluarga Sejahtera (Gebraks) sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Prasojo, Rabu (22/1/2020), mengatakan pemberian bantuan kepada keluarga miskin melalui program keluarga harapan (PKH), berupa bantuan tunai bersyarat tidak semata menjadikan penerima manfaat sekadar berpangku tangan. "Namun, di sini ada stimulus di mana mereka kelak harus mandiri secara ekonomi dengan memberdayakan diri mereka," katanya.

Ia menuturkan melalui Gebraks ini keluarga penerima manfaat PKH didorong untuk bisa mandiri. Agar mereka bisa berdikari, bahkan bisa membantu keluarga-keluarga yang tidak mampu. Arahnya graduasi dari penerima manfaat menjadi keluarga sejahtera.

Menurut dia, kendala selama ini adalah para penerima manfaat kebanyakan sudah merasa aman bahwa mereka sudah mendapat bantuan pemerintah. Oleh karena itu diimbau kepada masyarakat yang sudah mampu untuk jujur dengan kesadaran sendiri keluar dari penerima manfaat.

Prasojo menyampaikan PKH di Kabupaten Temanggung sudah ada sejak 2012 dan sampai saat ini jumlah pesertanya sebanyak 30.964, sedangkan jumlah bantuan adalah Rp109.888.475. PKH merupakan sebuah kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui program perlindungan sosial bagi masyarakat belum sejahtera berupa pemberian bantuan tunai bersyarat dan pendampingan dalam rangka mengubah perilaku peserta PKH.

"Memang tidak mudah mengubah mindset masyarakat ini, tetapi kita akan terus melakukan upaya dengan berbagai inovasi salah satunya dengan gebraks ini. Itu dengan penyadaran dimulai dari saya bisa apa dan ada apa di sekiling saya dan kita gerakan seluruh peserta PKH untuk berdaya melalui Gebraks," katanya.

Ia berharap dari tahun ke tahun jumlah peserta PKH bisa turun, di mana keluarga pra sejahtera seiring berjalannya waktu bisa sejahtera secara ekonomi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Angkringan Jadi Ikon Desa Ngerangan Bayat Klaten

2 ore 55 min fa

Solopos.com, KLATEN – Angkringan ditetapkan sebagai ikon Desa Ngerangan, Bayat, Klaten. Pasalnya, sekitar 600 keluarga dari total 1.900 keluarga di desa tersebut menggantungkan nasib dari berjualan angkringan.

Warga desa tersebut merantau ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Pulau Kalimantan.

Guna menegaskan angkringan sebagai ikon Desa Ngerangan, pemerintah berencana membangun Monumen Angkringan.

“Monumen angkringan sekaligus menjadi taman desa kami targetkan selesai dibangun pada Februari mendatang,” terang Kepala Desa (Kades) Ngerangan, Sumarno, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (9/1/2020).

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, menjelaskan angkringan atau hik selama ini sudah diakui diciptakan oleh warga Klaten. Guna menegaskan hal itu, sejak empat tahun terakhir Pemkab Klaten menggulirkan kegiatan festival angkringan atau hik. Festival itu digulirkan bersamaan peringatan Hari Jadi Klaten.

Bambang Sigit Sinugroho menjelaskan, festival itu awalnya dikelola melalui Disdagkop dan UKM. Kegiatan digulirkan di sepanjang Jl. Pemuda dengan menggelar puluhan hingga ratusan warung angkringan di sepanjang jalan dan warga bisa menikmati hidangan secara gratis.

Mulai 2019, festival itu dikelola melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten. “Kali terakhir [pada 2018] jumlah warung hik ada 200 warung. Ini menjadi bentuk dukungan kami dan menunjukkan bahwa hik itu berasal dari Klaten,” jelas Bambang.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Klaten, Ety Pusparini, menjelaskan festival angkringan tetap bergulir pada 2019 dan 2020. Bahkan, festival yang kini diberi nama gelar angkringan itu sudah masuk kalender even pariwisata Jawa Tengah.

“Dalam berbagai event kami kerap menampilkan angkringan,” jelas Ety Pusparini.

Categorie: Indonesia

Rayakan Imlek, Lima Barongsai Beraksi di Stasiun Madiun

Sab, 25/01/2020 - 23:30

Solopos.com, MADIUN -- Aksi lincah barongsai membuat Stasiun Madiun geger, Sabtu (25/1/2020) pagi. Para penumpang yang sedang menunggu kedatangan kereta pun terlihat tertarik melihat aksi lima barongsai tersebut.

Atraksi barongsai ini sengaja ditampilkan di Stasiun Madiun untuk merayakan Tahun Baru Imlek yang tepat pada hari ini.

Sejumlah penumpang pun tampak kaget dengan penampilan atraksi barongsai ini. Salah satu calon penumpang KA, Dewi, mengaku kaget saat terdengar suara keras mengiringi barongsai yang sedang berjalan di sisi pintu masuk stasiun. Penumpang KA Mutiara Selatan ini pun menanyakan kepada petugas terkait keramaian aksi barongsai tersebut.

Vice President Daop VII Madiun, Wisnu Pramudyo, mengatakan keramaian atraksi barongsai di Stasiun Madiun ini untuk menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek. Selain itu, aksi atraksi ini sebagai wujud bahwa KA merupakan milik bersama.

"KAI itu milik bersama. Sehingga semua bisa mencintai dan mempunyai rasa memiliki kereta api," kata Wisnu.

Keramaian di Stasiun Madiun bukan hanya karena ada atraksi barongsai. Tetapi, juga karena ada peningkatan jumlah penumpang pada perayaan Imlek ini. Tercatat dalam rail ticket system (RTS), jumlah penumpang naik dan turun pada Sabtu ini ada sebanyak 2.737 orang. Jumlah ini meningkat 8% dibandingkan pada hari libur akhir pekan biasanya sekitar 2.500 penumpang.

"Selain atraksi barongsai, setiap petugas yang ada di atas KA maupun di Stasiun wajib menyapa pelanggan. Ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian," kata Wisnu.

Categorie: Indonesia

Kios Darurat Pasar Legi Solo Masih Kosong, Pedagang Ditegur Lagi

Sab, 25/01/2020 - 23:00

Solopos.com, SOLO – Sejumlah kios di pasar darurat Pasar Legi Solo masih belum ditempati. Hal ini berujung pada teguran yang disampaikan Pemkot Solo kepada para pedagang.

Dinas Perdagangan Kota Solo kembali mengeluarkan 120 surat pemberitahuan kepada pedagang pasar darurat yang belum menempati kios maupun los di Pasar Legi, Rabu (22/1/2020). Teguran itu menjadi penegasan seusai Dinas Perdagangan memanggil 113 pedagang untuk memberi klarifikasi dan kesanggupan menempati pasar darurat di Pasar Legi Solo, Selasa (14/1/2020) lalu.

Hal itu disampaikan Lurah Pasar Legi, Marsono, kepada Solopos.com, Rabu (22/1/2020). Ia menjelaskan dalam surat pemberitahuan itu Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberi waktu kepada pedagang hingga Jumat (24/1/2020) untuk menempati kios atau los pasar darurat.

“Pemanggilan pekan lalu, 50 pedagang memberi surat pernyataan akan menggunakan pasar darurat dan sisanya para pedagang tidak menyatakan sikapnya. Tetapi kenyataannya saat pengecekan rutin bersama Dinas Perdagangan beberapa hari kemudian juga belum ditempati,” terang Marsono.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan pedagang belum menempati kios atau los sesuai peruntukkannya, pengelola pasar tidak menoleransi lagi.

“Setelah surat teguran ini, kalau masih tidak ditempati los akan digunakan pedagang lain. Beberapa kios yang semula kosong sudah ditempati, semoga seluruhnya segera terisi,” tambah Marsono.

Marsono menambahkan, hingga saat ini belum ada pedagang yang meminta kios atau los yang tidak digunakan. Menurutnya, los dan kios yang tidak digunakan akan ditempati oleh pedagang oprokan di sekitar Pasar Legi. Meskipun, penempatan pedagang oprokan akan merusak zona jenis dagangan.

“Daripada los dan kios kosong lebih baik diisi pedagang oprokan. Kalau los kosong dilihat juga tidak nyaman. Ini sudah sangat lama sejak pasar darurat selesai dibangun. Teknis pemindahan pedagang oprokan saya meminta petunjuk dari atasan dahulu,” imbuhnya.

Marsono menjelaskan sejak pindahan awal Januari 2020, kios pasar darurat Hanggar, Jl. D.I. Pandjaitan berkapasitas sebanyak 120 pedagang. Namun berdasarkan pendataannya hanya tujuh pedagang yang aktif berjualan.

Sebagai informasi, seluruh pedagang di Pasar Legi diwajibkan pindah ke pasar darurat tahap kedua sejak 1 Januari 2020. Namun, hingga saat ini los dan kios di sekitar Taman Monumen 45 Banjarsari (Monjari) masih banyak yang tidak digunakan berjualan.

Salah seorang pedagang pasar darurat Pasar Legi Solo, Sukarti, menyampaikan kios yang kosong hanya digunakan sebagai gudang. Bahkan, beberapa kios sejak awal pindahan belum pernah digunakan sama sekali.

Pedagang lainnya, Purwani, mengaku kios kosong tersebut berpengaruh pada pendapatan pedagang lainnya yang membuka usaha di pasar darurat Pasar Legi Solo. Menurutnya, apabila seluruh pedagang menggunakan kios sesuai nomor undian yang diperoleh, kawasan pasar darurat akan semakin ramai.

Categorie: Indonesia

Kemenag Banyumas Jadwalkan Rekaman Biometrik Calon Haji

Sab, 25/01/2020 - 22:20

Solopos.com, PURWOKERTO — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadwalkan perekaman biometrik untuk pembuatan paspor bagi calon haji yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2020.

"Jadwal perekaman biometrik sudah dijadwalkan namun masih menunggu konfirmasi dari Kantor Imigrasi Cilacap, kami menargetkan bulan Februari ini telah tuntas," kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Banyumas Purwanto Hendro Puspito di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020).

Setelah ada konfirmasi dari Kantor Imigrasi Cilacap, pihaknya segera menginformasikannya kepada seluruh calon haji. Dia menambahkan saat ini sudah 100% calon haji asal wilayah setempat mengumpulkan persyaratan paspor haji.

"Seluruh calon haji asal Banyumas sudah mengumpulkan berkas pembuatan paspor dan telah dipastikan lengkap," katanya.

Dengan demikian, kata dia, calon haji tinggal melaksanakan perekaman biometrik, foto sidik jari, dan wawancara untuk mendukung pembuatan paspor haji. Dia juga kembali mengingatkan kepada seluruh calon haji untuk menyiapkan dokumen asli yang diperlukan saat proses pembuatan paspor.

"Harapan kami saat pembuatan paspor di Kantor Imigrasi, seluruh calon haji sudah membawa seluruh dokumen asli yang diperlukan," katanya.

Dokumen asli yang perlu dipersiapkan calon jemaah haji, antara lain KTP, KK, surat nikah, akta lahir hingga ijazah guna keperluan pengurusan paspor. Kuota haji Kabupaten Banyumas pada 2020 tercatat 1.120 orang.

Kendati demikian, imbuh dia, penetapan kuota tersebut masih bersifat sementara sehingga masih ada kemungkinan mengalami perubahan. "Masih bersifat sementara bisa jadi ada perubahan atau bisa saja masih dapat bertambah jumlahnya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

2020, 688 ASN Wonogiri Pensiun

Sab, 25/01/2020 - 22:00

Solopos.com, WONOGIRI – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri memperkirakan ada 688 aparatur sipil negara (ASN) pensiun pada 2020. Jumlah itu dihitung berdasarkan batas usia pensiun sesuai jabatannya yang kemungkinan akan bertambah.

Penambahan jumlah PNS pensiun bisa disebabkan meninggal dunia, mutasi pegawai, hingga sanksi pemberhentian tidak dengan hormat, dan lainnya. “Itu baru berdasarkan BUP [Batas Usia Pensiun]. Realisasinya masih fluktuatif,” kata Kepala BKD Wonogiri, Haryono, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (15/1/2020).

Jumlah pegawai Wonogiri yang pensiun setiap tahunnya tergolong tinggi. Pada 2018, misalnya ada 540 pegawai. Pada 2019, dari jumlah BUP diperkirakan 623 pegawai dalam realisasinya menjadi 679 pegawai.

Pada 2020 sebanyak 688 pegawai, 2021 diperkirakan ada 617 pegawai, dan 2022 menjadi yang tertinggi yakni 718 pegawai. Secara terperinci, dari 688 pegawai yang pensiun pada 2020 terdiri atas 224 tenaga bidang teknis, 455 pegawai bidang pendidikan, dan 9 pegawai bidang kesehatan.

Haryono menjelaskan, banyaknya pegawai bidang pendidikan yang pensiun menjadi alasan mengapa formasi yang dibuka pada seleksi CPNS didominasi dari pendidikan. Rekrutmen ASN di daerah selama ini ditentukan dari pusat.

Dari rekrutmen yang ada, daerah masih mengalami minus tenaga. Misalnya, pada 2018-2019, selisih antara pegawai yang pensiun dan formasi yang masuk minus 261 pegawai.

“Formasi yang masuk pada 2018 sebanyak 396 orang, 2019 ada 560 orang seandainya terpenuhi semua. Itu pun masih minus 261. Namun, pada 2019 ada formasi yang tidak ada pendaftar misalnya dokter spesialis. Jadi gap antara jumlah kebutuhan ideal dengan tenaga yang ada makin besar,” terang dia.

Salah satu solusi yang ditawarkan dengan keterbatasan pegawai ini adalah mengoptimalkan peran teknologi informasi (TI) untuk efisiensi sebagaimana instruksi dari pusat. Namun, solusi itu tidak memperhitungkan proporsi pegawai dilihat dari generasinya mulai dari baby boomers, generasi Y, milenial, dan generasi Z.

Menurut Haryono, separuh dari pegawai di Wonogiri adalah generasi baby boomers dan generasi Y. “Jadi untuk familiar dengan TI ini butuh semangat ’45 agar bisa. OPD-OPD pembina juga diarahkan agar ada inovasi menggunakan TI dalam pelayanannya dan mengoptimalkan tenaga yang ada. Tapi perubahan ini tidak bisa seketika,” urai dia.

Kepada para pensiunan itu, lanjut Haryono, biasanya pemkab hanya bisa memberikan motivasi agar menyambut masa pensiun dengan penuh semangat. Pemkab dilarang memberikan tali asih lantaran ASN purna tugas sudah mendapatkan dana pensiun.

Categorie: Indonesia

Gue di Solo, Aku di Jakarta

Sab, 25/01/2020 - 21:30

Solopos.com, SOLO -- Permulaan tahun 2020 melimpah kejutan. Selain kabar tentang banjir, bencana di sekian tempat, dan ancaman Perang Dunia III, ada yang tidak kalah heboh, terutama bagi penggemar musik Indonesia.

Grup musik legendaris asal Batam yang bervokalis paling merdu se-Indonesia, Kufaku, merilis klip video lagu terbaru mereka di Youtube pada 1 Januari 2020. Judul lagu mereka sangat puitis dan tidak akan terpikir oleh penulis lirik lagu kondang semacam Bebi Romeo, Dewiq, atau Melly Goeslaw sekalipun, yaitu Berak di Bakau.

Simak saja lirik lagu Berak di Bakau berikut: baru semalam kau pergi/ dari kampungmu ini/ berak kat bakau!/ ngomongnya sih, dong, deh, banget/ bokap nyokap/ berak kat bakau!/ ngomongnya sih/ gak deh gak deh gak deh/ lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo/ gue gue gue gue gue gue gue gue gue gue/ deh deh deh deh deh deh deh deh deh deh/ sih sih sih sih sih sih sih sih sih sih/ auk ah gelap/ auk ah gelap/ auk ah gelap/ auk ah gelap.

Kita mungkin sering bertemu orang yang ketika hendak ke kamar mandi pamit hendak ”mencari inspirasi”, tetapi sangat jarang yang betul-betul mengejawantahkan inspirasi itu sebagaimana Kufaku. Sebelum Berak di Bakau, mereka telah merilis lagu berjudul Berak Tak Cebok dan Taik Anyot.

Tidak ada, saya yakin, grup musik di Indonesia yang begitu terobsesi pada aktivitas berak berikut produk luaran proses pencernaan manusia selain Kufaku. Kita sudah sepatutnya berterima kasih kepada Bobby Ryan, Amd., S.T., M.Si.—personel Kufaku memang kerap menulis nama lengkap dengan gelar akademis—selaku dedengkot dan penggubah sebagian besar lagu Kufaku, atas pengalaman musikal yang mereka berikan.

Kufaku pantas diklaim sebagai legenda hidup musik Indonesia berkat musikalitas mereka yang khas, unik (baca: wagu), dan antiarus utama—bahkan lebih antiarus utama ketimbang musikus indie! Dalam deskripsi klip video Berak di Bakau, Kufaku menulis  sebagai berikut.

”Puji syukur atas kehadirat Allah SWT kami bisa menyelesaikan video BERAK DI BAKAU ini tepat waktu, lagu ini menceritakan anak2 kampung yang baru mulai hidup di kota dan bergaya ke kota2an dan ngomongnya pun berubah menjadi sok kejakarta-jakartaan.”

Dari deskripsi berbahasa kontrabaku itu bisa ditengarai betapa serius perhatian Kufaku terhadap isu kota. Silampukau yang belum juga merilis karya baru silakan menepi. Isu kota milik Kufaku sementara ini. Perhatian Kufaku terhadap isu kota masuk akal mengingat Bobby pernah bekerja di dinas tata kota.

Mengacu Jakarta

Tidak mengherankan ia peka terhadap isu kota setempat, terutama perihal kejakartaan. Saya pernah mengobrol dengan sastrawan muda Jakarta, Doni Ahmadi—penulis buku kumpulan cerita pendek Pengarang Dodit (2019), yang berkesimpulan kira-kira demikian,”Barangkali sentimen terhadap Jakarta bukan hanya karena orang datang ke Jakarta lantas menderita dan kecewa, tetapi juga lantaran tanpa orang ke mana-mana, Jakarta sudah menghampiri mereka.”

Kota-kota di Indonesia lazimnya tumbuh mengacu Jakarta. Logika pembangunan, bahkan perayaan tren dan budaya populer, sering kali—kalau bukan selalu—mengikuti Jakarta. Di Solo mulai banyak kafe-kafe ”khas Jakarta” yang menjadi pilihan tempat nongkrong baru anak muda, selain angkringan yang sudah sejak lama ada.

Makanan dan minuman yang ditawarkan kafe-kafe itu pun menjakartakan lidah-lidah anak muda Solo—juga daerah-daerah lainnya, karena Jakarta ke mana saja! Mengapa Kufaku langsung menyorot persoalan bahasa, alih-alih mempersoalkan pembangunan, fesyen, kuliner, dan kejakartaan lain yang melanda Batam?

Dugaan saya, mereka sadar bahwa ketika telah mencapai taraf berbahasa, artinya kejakartaan sedang diafirmasi secara naluriah. Orang-orang mungkin sadar atau tidak sadar, tetapi dalam keseharian, cara mereka bersikap, berkata, dengan kata lain berkomunikasi, kejakartaan hadir dalam diri mereka.

Saya punya kenalan orang Solo, masih muda—usianya setahun di atas saya, yang entah mengapa gemar memakai kata ganti ”gue” ketimbang ”aku”. Kita tahu ”aku” dapat dipakai saat berbahasa Indonesia maupun Jawa, lebih efektif dan relevan. Banyolan yang ia lontarkan juga sangat Jakarta, misalnya banyolan ”apa cuma gue...”—frasa dari meme-meme yang beredar di media sosial.

Selain itu, yang agak mengganggu saya adalah kecenderungannya mengawali perkataan dengan ”well...” alih-alih ”ngene lho...” Sebelum kini bisa lewat mana saja, saya kira televisi dan telepon genggam punya andil dalam proses penjakartaan ini. Saya ingat, sewaktu kecil saya tidak ambil pusing mendengar lirik lagu /rif, Lo Toe Ye (2000).

Saat itu, saya anggap sapaan ”lo” sekadar bahasa orang dewasa. Saya mulai mempertanyakan saat menyaksikan sinetron Putri Malu dan Jenderal Kancil (2002-2004) yang memakai ”lo-gue” alih-alih bahasa kolosal sinetron pada masa itu. Kehadiran telepon genggam saya duga turut memasyarakatkan ”lo-gue”.

Saat itu komunikasi yang populer lewat telepon genggam adalah SMS—yang tidak disediakan oleh telepon rumahan. Bahasa SMS yang singkat mendorong penggunaan ”gw (gue)” alih-alih ”aq (aku)” yang terasa kemayu. ”Gw” masih bisa dibikin lebih singkat lagi menjadi ”w”. Jakarta, sebagai bahasa, mesti diakui sudah menghampiri kita sejak lama. Ketimbang Majapahit, Jakarta lebih mumpuni dalam upaya meliputi Nusantara.

Sementara kenalan saya itu ber-”lo-gue” di Solo, saya justru masih belum merasa perlu meninggalkan ”aku-kamu” di Jakarta. Beberapa orang memang canggung ketika mengobrol dengan saya, tetapi toh semuanya baik-baik saja. Jangankan perbedaan kata ganti, obrolan dengan Peter Carey di kantor selalu lancar kendati ia sering keceplosan berbahasa Inggris dan kami menanggapi tetap dengan bahasa Indonesia.

Tetap ber-”aku-kamu” di Jakarta selama setahun sama sekali tidak saya anggap sebagai prestasi primordialis. Tiga orang atasan saya semuanya dari Jawa (Solo, Malang, Kediri) dan sampai sekarang mereka tetap memakai ”aku-kamu” meski telah bertahun-tahun bermukim-berperistiwa di Jakarta. Lha kok wong Jawa kemaki nganggo ”lo-gue lo-gue”. Berak kat bakau!

 

Categorie: Indonesia

Waspada Sindrom Geriatri pada Manula, Ini Penjelasannya!

Sab, 25/01/2020 - 21:00

Solopos.com, SOLO – Ada banyak hal yang berubah ketika seseorang memasuki usia lanjut. Pada tahap ini seseorang mengalami perubahan secara fisik dan mental. Salah satunya ditandai penurunan kemampuan cara berpikir.

“Kriteria lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas,” jelas dokter Isbianto Sutedjo Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit (RS) dr. Oen Kandang Sapi, Solo, ketika berbincang dengan Solopos.com, di ruang praktiknya, Kamis (16/1/2020).

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2014 seperti dikutip dari yankes.kemkes.go.id, umur harapan hidup (UHH) di Indonesia untuk perempuan adalah 73 tahun dan pria 69 tahun. Menurut Bureau of the Cencus USA (1993), Indonesia pada 1990-2025 akan mempunyai kenaikan jumlah manusia lanjut usia (manula) sebesar 414 persen.

Kenaikan jumlah manula ini merupakan dampak keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia, salah satunya meningkatnya angka harapan hidup sehingga populasi lansia juga meningkat. Menurut dr. Isbianto, lansia dibedakan menjadi manula fit dan frail.

“Lansia fit adalah manula yang masih beraktivitas fisik dengan baik. Sedang lansia frail adalah manula yang tidak bisa melakukan aktivitas fisik seperti biasanya sehingga membutuhkan pendamping,” ujarnya.

Manula juga mengalami kemunduran fungsi organ yang berpengaruh pada kesehatan. Biasanya, manula rentan mengalami penyakit kronis atau menahun, penurunan fungsi organ, hingga berkurangnya tingkat kemandirian.

Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada manula berbeda dari orang dewasa. Permasalahan kesehatan itu sering disebut dengan sindroma geriatri. Apa itu?

Sindroma geriatri adalah kumpulan gejala-gejala mengenai kesehatan yang sering dikeluhkan oleh para manula dan atau keluarganya. Sindroma geriatri yang sering dikeluhkan atau sering dialami manula menurut Isbianto secara umum ada 14, yakni :

  1. Immobility atau kurang bergerak alias manula hanya berbaring di tempat tidur.
  2. Instability di mana manula mudah jatuh.
  3. Incontinence adalah buang air besar dan kencing yang tidak terkontrol.
  4. Intellectual impairment adalah gangguan intelektual/demensia.
  5. Infection mudah terkena infeksi.
  6. Impairement of hearing, vision and smell atau gangguan pendengaran, penglihatan, dan penciuman.
  7. Isolation atau depression alias depresi.
  8. Inanition adalah malnutrisi.
  9. Impecunity adalah tidak bekerja atau tidak ada penghasilan
  10. Iatrogenic gangguan akibat pengaruh obat-obatan.
  11. Insomnia atau sulit tidur.
  12. Immuno-defficiency atau penurunan sistem kekebalan tubuh.
  13. Impotence atau gangguan seksual.
  14. Impaction atau sulit buang air besar.
Categorie: Indonesia

Ganjar Pranowo Ingantkan Toleransi Beragama Ada Sejak Zaman Nabi dan Wali

Sab, 25/01/2020 - 20:20

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa toleransi antarumat beragama berupa sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan sudab ada sejak zaman nabi serta wali.

"Keberagaman itu sudah menjadi sunatullah, kebinekaan di Tanah Air sudah termaktub di lauhul makhfudz. Maka, para ulama telah mewanti-wanti, dahulukanlah adabmu sebelum kau junjung ilmumu," kata Ganjar Pranowo saat memimpin Kirab Kebangsaan Merah Putih di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020) .

Menurut Ganjar, banyak kisah yang bisa ditemukan tentang bagaimana sikap toleransi ini. "Bahkan, karena luar biasanya sisi kemanusiaan Rasulullah, beliau seminggu tiga kali menyuapi seorang nenek Yahudi dengan suapan yang sangat lembut, padahal nenek Yahudi tersebut tidak henti-hentinya menjelek-jelekkan Rasulullah," ujarnya.

Contoh yang lain, kata Ganjar, juga dikisahkan oleh para wali di Nusantara. "Semua tahu, jika membicarakan perpaduan agama dan budaya, Sunan Kalijaga adalah ahlinya, juga Kanjeng Sunan Kudus yang demi menghormati orang Hindu, beliau melarang muridnya untuk menyembelih sapi," katanya.

Ganjar berharap dengan adanya kirab kebangsaan ini, akulturasi agama dan budaya bisa menjadi semangat untuk memperkukuh kebangsaan. "Mudah-mudahan pawai ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kirab dengan peserta yang berbeda-beda suku, agama, ras, dan golongan ini makin menyadarkan bahwa bangsa ini beragam namun tetap satu," ujar Ganjar.

Kirab kebangsaan itu juga dihadiri oleh ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, jajaran forkompimda, dan ribuan orang dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan bahwa tujuan Kirab Kebangsaan Merah Putih untuk menyatukan masyarakat.

Ia berharap kegiatan itu dapat meningkatkan rasa memiliki Merah Putih sebagai simbol negara. "Ada tiga hal yang ditekankan dalam merah putih, tidak hanya simbol tanpa makna. Di dalamnya ada kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa," kata Habib Luthfi dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih itu.

Menurut Habib Luthfi sudah tidak boleh saat ini masyarakat diributkan dengan isu perbedaan sebab dunia saat ini sudah memikirkan tentang kemajuan, bukan lagi memperdebatkan perbedaan. Bangsa Indonesia terdahulu, lanjut dia, sudah pandai dan berpikiran ke depan.

Mereka bisa membuat Candi Borobudur, Candi Prambanan, Masjid Agung Jawa Tengah, dan lainnya dengan hebat. "Kenapa sekarang kita justru ketinggalan dan masih meributkan perbedaan? Untuk itu, dengan kirab budaya ini, mari kita sadar tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa," ujarnya.

Kirab Kebangsaan Merah Putih diikuti oleh ribuan orang yang mengenakan beragam pakaian adat dan berbaur dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Peserta kirab mulai jalan dari Jalan Kagok Semarang menuju Lapangan Pancasila Simpang Lima dengan membawa bendera Merah Putih sepanjang 500 m.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Pejabat PBB Dilarang Pakai Whatsapp, Kenapa?

Sab, 25/01/2020 - 20:00

Solopos.com, JENEWA – Pejabat PBB ternyata dilarang memakai aplikasi Whatsapp untuk berkomunikasi. Pasalnya, aplikasi digital itu disebut tidak aman.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (25/1/2020), Juru Bicara Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Farhan Haq, mengatakan, para pejabat PBB dilarang berjkomunikasi lewat Whatsapp. Bahkan, dia dengan tegas mengatakan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, tidak pernah berkomunikasi dengan Whatsapp, apalagi untuk menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dan pemimpin negara lainnya.

“Pejabat senior PBB telah diberi instruksi untuk tidak menggunakan Whatsapp. Itu tidak didukung dengan mekanisme keamanan. Jadi Sekjen tidak menggunakannya,” terang Farhan Haq.

Farhan Haq menambahkan, larangan penggunaan Whatsapp di kalangan pejabat PBB diterbitkan sejak Juni 2019. Sebab, mereka khawatir dengan keamanan di Whatsapp.

Categorie: Indonesia

Aplikasi Sipapat Jadi Andalan Pati Mudahkan Pelayanan di Tingkat Desa

Sab, 25/01/2020 - 19:20

Solopos.com, PATI — Bupati Pati Haryanto membanggakan aplikasi Sistem Pengelolaan Potensi dan Administrasi Terpadu (Sipapat) yang diyakini bakal memudahkan pelayanan di tingkat desa karena terintegrasi dengan kabupaten.

"Hal ini, mengingat bahwa desa juga mempunyai undang-undang khusus. Jika segala potensi dan kemanfaatan yang ada di desa dapat dikelola, maka hasilnya akan luar biasa," ujarnya di sela-sela peresmian aplikasi Sipapat di ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2020).

Ia mencatat Pemkab Pati hingga kini sudah memiliki beberapa inovasi guna mendukung program Presiden Joko Widodo di era 4.0 serta zaman internet of thing. Guna mendukung pelaksanaan aplikasi tersebut, dia berharap admin aplikasi tersebut mendapat bekal ilmu yang cukup.

"Bahkan kalau bisa, disinergikan dengan Kominfo. Kami anggarkan dengan dana desa maupun alokasi dana desa untuk kedepan dapat melaksanakan pelatihan-pelatihan sehingga tidak hanya sekadar peresmian," ujarnya.

Bupati Haryanto menyebut bahwa itu semua dilakukan karena semata-mata niat baik dalam peningkatan kinerja. Ia mengingatkan semua pihak terkait, jangan sampai di Kabupaten Pati tertinggal baik dari segi perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. "Pati sering menjadi contoh, sering menjadi pemrakarsa, malah ketinggalan dalam pengelolaan. Oleh karena itu dalam sistem informasi jangan sampai ketinggalan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pati menambahkan hadirnya aplikasi Sipapat sebagai salah satu kewajiban penyelenggaraan sistem informasi di desa, sedangkan Kabupaten Pati merupakan kabupaten yang paling awal dalam penerapannya. "Salah satu kelebihan aplikasi ini, menjadi salah satu aplikasi yang mana dalam pengaplikasiannya dapat dimanfaatkan dari desa yang terintegrasi ke kabupaten," ujarnya.

Sudiyono menyebut bahwa aplikasi yang diluncurkan tersebut, cukup satu dalam kemanfaatannya sehingga penggunaannya lebih efektif dan tidak ganti-ganti aplikasi yang lain. "Aplikasi tersebut bukan dari proper. Namun aplikasi ini dibangun sejak dua tahun yang lalu dan prosesnya tidak gampang dengan jumlah desa sebanyak 401 desa sehingga butuh waktu serta perlu dilakukan pendampingan," jelasnya.

Sudiyono meyakini, dengan adanya aplikasi ini, desa akan lebih mudah mempraktikkan berbagai bentuk pelayanan untuk masyarakat, seperti pembuatan surat keterangan bisa dibuat hanya sepersekian menit saja, demikian halnya dengan berbagai layanan yang lain.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Tak Kuat LDR, Rihanna Putus dari Miliarder Arab

Sab, 25/01/2020 - 19:00

Solopos.com, SOLO – Penyanyi papan atas dunia, Rihanna, dikabarkan putus dengan kekasihnya, Hassan Jameel. Rihanna kabarnya memilih berpisah setelah menjalin kasih selama tiga tahun akibat kesibukan.

Seorang sumber dekat Rihanna yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kehidupan sang artis dengan miliarder Arab itu teramat sulit. Banyak perbedaan di antara keduanya yang menciptakan jurang pemisah.

“Kehidupan mereka terlalu berbeda dan sulit mempertahankan hubungan,” terang sumber tersebut seperti dikutip dari People, Sabtu (25/12/2020).

Hassan Jameel diketahui sibuk mengurus bisnisnya di Arab Saudi. Sementara Rihanna sibuk dengan bisnis barunya, yakni kosmetik dan produk fashion.

Pelantun Umbrella itu sempat mencoba menyeimbangkan semua aspek dalam kehidupannya. Mulai dari karier, keluarga, cinta, dan urusan pribadinya.

“Karierku adalah tujuanku. Aku membuat hal-hal kecil menjadi besar. Aku berada di hubungan baru yang amat penting bagiku,” terang Rihanna.

Rihanna mengaku ingin memelihara hubungan cintanya seperti membangun bisnis. Namun, dia agaknya dia belum berhasil menyeimbangkan semua hal tersebut. Sampai akhirnya dia pun diketahui putus dari sang kekasih.

Categorie: Indonesia

Satpam Pura Kudus Raih Sertifikat Emas Mabes Polri

Sab, 25/01/2020 - 18:20

Solopos.com, KUDUS — Satuan Pengamanan PT Pura Group Kudus, Jawa Tengah meraih prestasi hingga diganjar sertifikat emas dari Mabes Polri. Satpam Pura Kudus dianggap telah menerapkan sistem manajemen pengamanan yang sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan kepolisian.

"Penghargaan tersebut merupakan yang pertama diterapkan, dan baru ada dua perusahaan yang mendapatkan penghargaan serupa, yakni PT Pura Group dan PT Pusri," kata Presiden Direktur Pura Group Kudus Y. Moeljono Soebijanto di sela-sela Perayaan Ulang Tahun Satpam di halaman Unit Total Security System di Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020).

Presdir Pura Group Kudus Y. Moeljono Soebijanto yang didampingi Manager General Affair Pura Group Iwan Wijaya mengapresiasi sistem manajemen pengamanan PT Pura Nusa Persada yang mendapatkan sertifikat emas. Penganugerahan penghargaan itu dianggap sebagai tantangan untuk melakukan sistem pengamanan yang sama di unit lain di PT Pura Group.

Sistem penilaiannya, kata dia, terkait dengan tata kelola sistem pengamanan secara internal perusahaan yang harus memenuhi syarat standar sistem manajemen pengamanan, komitmen manajemen, sampai tingkat jajaran paling bawah atau seluruh karyawan. "Artinya, dalam mewujudkan tata kelola pengamanan yang baik tidak hanya tertumpu pada satpam, tetapi seluruh karyawan harus komitmen dan sepakat untuk menegakkan pengamanan," ujarnya.

Penghargaan tersebut merupakan awal karena sistem manajemen pengamanan merupakan program peraturan Polri di dalam ketentuan yang baru sekarang ditangani Mabes Polri sendiri. Sebelumnya, ditangani Sucofindo. Adapun total personel Satpam PT Pura Group sebanyak 350 orang yang tersebar di sejumlah unit perusahaan.

Satpam PT Pura Group Kudus juga mendapatkan juara pertama untuk lomba penilaian pos satpam tingkat Polres Kudus dan juara pertama untuk lomba penilaian kesiapan anggota satpam tingkat Polres Kudus. Dalam rangka menunjukkan kemampuan masing-masing personel satpam, pada acara HUT Satpam digelar demo pengamanan VIP yang diganggu oleh sekelompok pengacau serta peragaan bela diri sejumlah satpam, termasuk perempuan satpam dari PT Pura.

Kemampuan bela diri satpam, baik laki-laki maupun perempuan, diupayakan setara karena pelatihannya. Selain itu, juga tidak membedakan jenis kelamin, termasuk dalam memberikan penghargaan satpam terbaik juga memberikan peluang yang sama terhadap perempuan maupun laki-laki.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Hari Ini Dalam Sejarah: 26 Januari 1565, Kerajaan Hindu Besar Terakhir di India Mulai Runtuh

Sab, 25/01/2020 - 18:00

Solopos.com, SOLO — Pada 26 Januari 1956, kesultanan-kesultanan Dekkan mengalahkan Kekaisaran Wijayanegara di Talikota, Karnataka, India. Kekalahan itu menjadi awal runtuhnya Kekaisaran Wijayanegara sebagai kerajaan Hindu besar terakhir di India.

Peristiwa itu merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada hari ke-26 sesuai sistem Kelender Gregorian, 26 Januari.

Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 26 Januari yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Hari Ini Dalam Sejarah, 26 Januari:

1531
Gempa bumi berkekuatan sekitar 6,4 skala Richter sampai 7,1 skala Richter mengguncang wilayah Lisbon, Portugal. Gempa bumi yang kemudian memicu tsunami itu menewaskan sekitar 30.000 orang.

Lukisan karya Boris Chorikov, 1836, yang menggambarkan Pengepungan Narva dalam Perang Livonia. (Wikimedia.org)Lukisan karya Boris Chorikov, 1836, yang menggambarkan Pengepungan Narva dalam Perang Livonia. (Wikimedia.org)

1564
Pasukan Lithuania berhasil mengalahkan pasukan Kekaisaran Rusia dalam pertempuran di dekat Sungai Ula, sebelah utara Chashniki, Vitebsk, Rusia. Salah satu kemenangan Lituania di masa Perang Livonia itu cukup mengejutkan lantaran Kekaisaran Rusia membawa tentara lebih banyak. Rusia membawa 17.000 sampai 24.000 tentara, sedangkan Lithuania hanya membawa 4.000 sampai 6.000 tentara.

1565
Pertempuran antara Kekaisaran Wijayanegara dan kesultanan-kesultanan Dekkan meletus di Talikota, Karnataka, India. Salah satu pertempuran di masa Invasi Islam ke India itu berkahir dengan kemenangan kesultanan-kesultanan Dekkan. Kekaisaran Wijayanagara sebagai kerajaan Hindu besar terakhir di India runtuh setelah semua wilayahnya dikuasai kesultanan-kesultanan Dekkan.

1934
Pemerintah Jerman dan Polandia menandatangani Pakta Non-Agresi Jerman–Polandia. Dari pakta tersebut, Jerman secara resmi mengakui batas-batas wilayah negara antara Jerman dan Polandia. Pakta tersebut juga bertujuan untuk mengakhiri Perang Pabean yang merusak hubungan ekonomi dua negara tersebut.

1939
Pasukan Nasionalis Spanyol yang dibantu pasukan Italia berhasil merebut wilayah Barcelona dari pasukan Republik Spanyol. Salah satu peristiwa di masa Perang Saudara Spanyol itu merupakan salah satu serangan dari serangkaian serangan pasukan Nasionalis di wilayah Catalunya yang berlangsung sampai 10 Februari di tahun yang sama.

1942
Untuk kali pertama di masa Perang Dunia II, pasukan Amerika Serikat (AS) mendarat di Eropa untuk terlibat perang. Pasukan AS itu mendarat di wilayah Irlandia Utara.

1945
Pasukan Uni Soviet mulai menyerang pasukan Jerman di wilayah Heiligenbeil, Prusia Timur atau kini Mamonovo, Kaliningrad, Rusia. Serangan itu berlangsung sampai 29 Maret di tahun yang sama. Akibat serangan itu, sekitar 80.000 dari 150.000 tentara Jerman tewas dan 50.000 lainnya tertangkap.

Brendan Rodgers (kiri) dan Jose Mario dos Santos Mourinho Felix (kanan), dua pelatih sepak bola yang lahir pada 25 Januari. (Reuters-Darren Staples)Brendan Rodgers (kiri) dan Jose Mario dos Santos Mourinho Felix (kanan), dua pelatih sepak bola yang lahir pada 25 Januari. (Reuters-Darren Staples)

1963
Jose Mario dos Santos Mourinho Felix dilahirkan di Setubal, Portugal. Kini, namanya dikenal luas sebagai pelatih sepak bola di Tottenham Hotspur. Sebelum berlabuh di Tottenham Hotspur, pelatih yang memiliki julukan The Special One itu pernah membela sejumlah klub besar lain di Eropa, yakni Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United.

1965
Bahasa Hindi secara resmi ditetapkan sebagai bahasa resmi di India. Sebelumnya, bahasa resmi di negara tersebut adalah bahasa Inggris.

1973
Brendan Rodgers lahir di Carnlough, Irlandia Utara. Namanya kemudian dikenal luas setelah dirinya menjadi pelatih sepak bola di salah satu klub besar di Inggris, Liverpool, sejak 2012 hingga 2015. Setelah hengkang dari Liverpool, Rodgers bergabung ke salah satu klub di Skotlandia, Celtic, pada 2016. Kini, ia kembali ke Inggris untuk menangani Leicester City.

2001
Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mendera wilayah Gujarat, India. meski tak menimbulkan tsunami, gempa bumi tersebut menewaskan 13.000 hingga 20.000 orang dan melukai sekitar 166.800 orang.

Categorie: Indonesia

Bikin Waswas, Persis Solo Menang Susah Payah Lawan Puma FC

Sab, 25/01/2020 - 17:14

Solopos.com, SUKOHARJO -- Persis Solo melempem saat menghadapi tim sekelas Puma FC pada laga uji coba di Lapangan Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (25/1/2020) sore. Meski menang 2-1, Muhammad Isa dkk tidak mampu mengulang performa mengesankan seperti saat menghadapi Persebaya Surabaya 11 Januari lalu.

Laskar Sambernyawa, julukan Persis, bahkan tertinggal lebih dulu. Puma FC mampu unggul melalui skema serangan balik melalui gol yang diciptakan Sidik Kuncoro.

Persis baru bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan keras yang dilepaskan Ramdani Tawainella. Persis akhirnya unggul melalui gol yang diciptakan Tri Handoko. Sang bomber menanduk bola umpan lambung Irfan Afghoni yang gagal diantisipasi kiper Puma FC, Baskoro.

Tanpa Piala Presiden, Kick Off Liga 1 2020 Digelar 29 Februari

Laga memang berjalan kurang ideal karena lapangan tergenang air setelah hujan turun. Sejumlah pemain terpeleset atau tidak bisa berlari cepat karena kondisi tersebut.

Pelatih Persis Solo, Salahudin, mengatakan ciri khas permainan yang memainkan sepak bola menekan hilang pada laga tersebut. Namun, dia tak mengetahui penyebab performa kurang apik yang ditunjukkan anak-anak asuhnya.

“Kami akan cari penyebabnya. Setelah dapat [penyebabnya] akan kami perbaiki,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai laga, Sabtu.

Salahudin juga mengganti seluruh pemain utama dengan pemain-pemain trial dan pemain-pemain yang selama ini jadi partner latihan di babak kedua. “Pemain utama kami saja tidak fokus. Dari pada memasang mereka, lebih baik memasang pemain muda saja,” kata dia.

Wabah Virus Corona Baru di China dari Ular yang Dimakan Manusia?

Kesempatan itu sekaligus dimanfaatkan untuk memantau perkembangan pemain-pemain muda. Hal itu menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan terkait masa depan mereka.

“Ini jadi evaluasi besar. Jangankan melawan tim Liga 2, melawan tim ini saja mereka tidak sanggup,” terang mantan pelatih Barito Putera tersebut.

Lebih lanjut, Salahudin mulai waswas dengan perkembangan situasi skuatnya. Menjelang kick off Liga 2 2020, ia baru memiliki 12 pemain di tim.

“Saya berharap April kick off. Ternyata kick off jadi Maret. Saya jadi punya waktu sedikit. Kalau hari ini saya punya pemain lengkap 25, saya enggak ada masalah. Takutnya dua hari sebelum kompetisi baru datang [pemainnya]. Tapi mereka yang ada kami siapkan semuanya,” papar dia.

Categorie: Indonesia

Naga: Lyla Sudah Punya Vokalis Baru

Sab, 25/01/2020 - 17:00

Solopos.com, JAKARTA – Grup musik Lyla telah menemukan vokalis baru pengganti Indra Permana Sinaga alias Naga. Dia hengkang dari Lyla terhitung pada 31 Januari 2020.

Keputusan Naga keluar dari Lyla cukup mengagetkan bagi rekan satu grupnya. Namun, mereka semua mengerti dan bisa menerima keputusan tersebut. Meski mereka telah bekerja sama selama 14 tahun terakhir.

“Responsnya kaget, karena 14 tahun sama-sama kan bukan waktu yang sebentar juga. Ikatn emosional kita juga bukan hanya sebatas profesional kerja. Tapi sudah seperti keluarga,” terang Naga seperti dilansir Liputan 6.com, Sabtu (25/1/2020).

Tak lama setelah Naga menyatakan mundur, Lyla bergegas mencari vokalis baru. Menurut Naga, saat ini Lyla sudah punya vokalis baru.

“Saat ini Lyla sudah mendapatkan vokalis penerus saya. Tinggal menunggu teman-teman Lyla untuk mengumumkan saja,” imbuh Naga.

Naga keluar dari Lyla lantaran merasa berbeda visi dan misi. Bukan karena ada masalah dengan personel lainnya.

Categorie: Indonesia

Barongsai Armed 11 Rayakan Sincia di Borobudur

Sab, 25/01/2020 - 16:50

Solopos.com, MUNGKID — Grup kesenian Barongsai Batalyon Armed 11/Guntur Geni Magelang meramaikan sincia atau perayaan Tahun Baru 2571 Imlek di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (25/1/2020).

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana mengatakan pengelola Taman Wisata Candi Borobudur bekerja sama dengan Armed 11 Magelang menyuguhkan pertunjukan barongsai kepada pengunjung Borobudur untuk menyambut sincia.

Putu mengatakan penampilan barongsai dan liong ini menghibur pengunjung Borobudur selama dua hari, yakni pada 25-26 Januari 2020. Atraksi barongsai tersebut mulai menyambut pengunjung dari pintu masuk lokasi pembelian tiket.

Penampilan kedua kemudian digelar di plaza Borobudur dan penampilan ketiga di panggung Taman Lumbini. "Pertunjukan awal digelar di depan pendopo loket penjualan tiket masuk ini untuk mengurangi penumpukan pengunjung yang akan membeli tiket. Kemudian dilanjutkan di plaza dalam untuk menyambut pengunjung yang telah memasuki kawasan Taman Wisata Candi Borobudur dan pertunjukan utama digelar di area Lumbini," katanya.

Ia menuturkan pada akhir pekan seperti ini pengunjung lebih banyak dari pada saat hari biasa. "Harapan kami di Tahun Baru Imlek ini ada penambahan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara," katanya.

Putu mengimbau kepada pengunjung Candi Borobudur untuk selalu waspada dan berhati-hati karena banyak pengunjung saat libur akhir pekan seperti ini. Komandan Batalyon Armed 11 Kostrad, Letkol Arm Asep Ridwan mengatakan satuannya mempunyai potensi salah satu kesenian, yakni barongsai.

"Semula ada anggota yang dulunya pernah bergabung dengan tim barongsai. Kami merespons dan menularkan kepada anggota yang lain dan Alhamdulillah terbentuklah tim barongsai Guntur Geni ini," katanya.

Ia menyampaikan penampilan ini untuk menyukseskan Visit Magelang khususnya ke Borobudur. Kebetulan momentumnya saat ini juga untuk menyambut Imlek. "Kalau etnis Tionghoa yang main mungkin biasa, yang main berpakaian loreng jadi agak sedikit luar biasa mungkin. Ini ada 25 personel yang intinya, kami juga meregenerasi kurang lebih sekarang kami turunkan kurang lebih 35 personel," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Categorie: Indonesia

Tanpa Piala Presiden, Kick Off Liga 1 2020 Digelar 29 Februari

Sab, 25/01/2020 - 16:30

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan mengaku telah menyetujui keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggulirkan Liga 1 2020 pada 29 Februari 2020.

Kepastian awal bergulirnya Liga 1 2020 tersebut disampaikan Iriawan dalam Kongres Tahunan PSSI yang berlangsung di Bali, Sabtu (25/1/2020). Selain itu, Iriawan juga memastikan Piala Indonesia akan tetap digelar, namun waktunya belum bisa dipastikan.

"Sebelumnya sudah disampaikan oleh PT LIB [Liga Indonesia Baru] dan sudah dihitung sama yang menangani untuk kompetisi Liga 1 ini. Insya Allah, 29 Februari kita harus kick off sesuai yang disampaikan oleh PT LIB ke PSSI," kata lelaki yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Wabah Virus Corona Baru di China dari Ular yang Dimakan Manusia?

"Dengan digelarnya kompetisi pada Februari, supaya panjang, jadi tidak lagi dimulai bulan Mei atau April," jelasnya.

Waktu kick off ini sebelumnya memang telah ditentukan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Liga 1 2020 yang juga berlangsung di Bali pada 23 Januari lalu.

Viral Beasiswa Jalur Teh Gelas, UGM Angkat Bicara

Majunya waktu kick off ini juga dikarenakan tidak digelarnya turnamen pra musim Piala Presiden 2020. PSSI memilih fokus pada persiapan Piala Dunia U-20 2021 ketimbang menggelar turnamen yang sudah digelar hingga empat edisi itu.

Categorie: Indonesia